Terbaru

Event

Program Kerja

Kajian

Pembangunan Pondok

Artikel

GEBYAR SAMBUT RAMADHAN 2018

Kembali, menyambut datangnya bulan Ramadhan 1439 H Majelis Nur Hidayah akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam tajuk “Gebyar Semarak Sambut Ramadhan”. Acara ini diselenggarakan dalam rangka mengingatkan kepada seluruh ummat Islam bahwa bulan mulia nan penuh berkah –Ramadhan- akan segera tiba. Sehingga diharapakan semua bisa mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya.





Acara ini akan disemarakkan dengan berbagai rangkaian kegiatan berupa :
-    Kajian Pembekalan Ramadhan
-    Pengobatan Gratis
-    Sarapan Bersama
-    Bazar Sembako
-    Bazar Produk Amal Usaha
-    Bagi Jadwal Waktu Shalat Gratis

Detail waktu pelaksanaan adalah sebagai berikut :
Hari / Tanggal : Ahad, 13 Mei 2018
Waktu             : 06.00 Wib – Selesai
Tempat           : Masjid Nur Hidayah (Komplek SMP N 1 Sambi)

Informasi Kegiatan & Penyaluran Donasi : 082220327700
Download Pamflet Klik                              : bit.ly/gebyar2018

PENERIMAAN SANTRI BARU PONDOK YATIM-DHU'AFA "BAITUL AITAM"

PENERIMAAN SANTRI BARU
PONDOK YATIM - DHU’AFA
“BAITUL AITAM”
Gumukrejo – Sambi - Boyolali

Pondok  “Baitul Aitam” merupakan sebuah pondok yang khusus untuk menampung anak dari kalangan yatim & dhu'afa. Sistem pendidikan yang dijalankan adalah 100% GRATIS bagi seluruh santri. Saat ini kami membuka pendaftaran santri baru tahun 2018. Lokasi pondok berada di Dukuh Gumukrejo, Sambi, Boyolali.

Syarat Pendaftaran :
1) Diutamakan anak yatim/dhu’afa
2) Usia anak SD-SMP
3) Didampingi wali (jika ada)
4) Siap mematuhi peraturan yang berlaku

Tata Cara Pendaftaran :
1) Datang Langsung
       - Kantor Majelis Nur Hidayah
         Jl. Bangak-Simo Km.7,5 Sambi Boyolali
       - Toko Murah Sambi
         Mutihan – Sambi - Boyolali
2) Online Via WhatsApp
Download Formulir di Link Berikut : Formulir Pendaftaran
Isi Formulir dan Kirim via WhatsApp (WA) Ke Nomor : 082220327700


NB:
*Keterangan lebih detail silahkan hubungi kami di 082220327700 (Via WA)
*Pendidikan di pondok 100% GRATIS
*Kunjungi kami di : WEBSITE
*Informasi detail pendaftaran Santri baru bisa Anda download DI SINI
*Formulir Pendaftaran juga bisa Anda download DI SINI
*Brosur penerimaan Santri baru bisa Anda download DI SINI

Update Pembangunan Pondok Yatim - Dhu'afa "BAITUL AITAM"

Setelah melalui proses yang begitu panjang, alhamdulillah mimpi kami untuk memiliki pondok yatim – dhu’afa perlahan mulai terwujud. Sejak pertama kami menggulirkan program ini, hingga saat ini kami telah berhasil membebaskan lahan yang berlokasi di Dukuh Gumukrejo – Sambi – Boyolali. Dan kini di atas tanah tersebut telah berdiri 3 (tiga) lokal ruangan yang insya Allah siap untuk kami gunakan sebagai operasional pondok yatim & dhu’afa.
Belum sempurna, tentu saja. Namun, dengan perlahan namun pasti kami akan terus menyempurnakan segala apa yang memang dibutuhkan agar pondok yang akhirnya kami beri nama Pondok Yatim-Dhu’afa ”BAITUL AITAM”  ini bisa sesuai dengan yang diharapkan bersama. Kami awali segalanya dengan bismillah.
Saat ini kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam ‘investasi akhirat’ ini masih terus berlanjut. Baik untuk pembangunan mauoun untuk perlengkapan sarana dan prasarana untuk santri didik. Mari, bersama kami untuk peduli !
Salurkan donasi kepedulian Anda melalui rekening kami di Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Assalam :
Atas Nama          : Baitul Aitam
Nomor Rekening : 7106542017
Atau donasi Anda bisa kami jemput demngan menghubungi (SMS/WA) ke nomor 08220327700


[Liputan] - Kajian Silaturahmi & Pengobatan Gratis Februari 2018

SAMBI - Sabtu, 10 Februari 2018 telah terselenggara kegiatan rutin Majelis Nur Hidayah berupa "KAJIAN SILATURAHMI & PENGOBATAN GRATIS". Acara terlaksana di Musholla Al-Fatah yang berada di Semono, Tempursari, Sambi Boyolali.
Sedikit rasa khawatir muncul ketika mendekati waktu dimulainya acara justru hujan turun dengan sangat lebat. Qadarullah. Rasa khawatir karena memang tempat yang disediakan panitia terbatas, sedangkan jika hujan turun akan sulit menyediakan tempat berteduh untuk peserta. Namun, alhamdulillah di bawah guyuran hujan nan deras acara tetap kami langsungkan. Bismillah.   
Dan alhamdulillah, acara berlangsung dengan lancar dari awal hingga purna. Meskipun peserta kegiatan harus sedikit berdesakan di dalam musholla karena di luar musholla tidak memungkinkan untuk dipakai dikarenakan hujan masih turun sangat lebat.

Acara dimulai ba'da Maghrib dengan tausyiah dari Pembina Majelis Nur Hidayah -Ust.Abu Hammam- sekaligus dibarengkan dengan pengobatan gratis. Dilanjutkan dengan makan malam bersama dan kegiatan ditutup dengan sholat Isya' berjama'ah.

Group WA Majelis Nur Hidayah

Telah dibuka ..!
Group WhatsApp Majelis Nur Hidayah (WA Nur Hidayah)

Group WhatsApp (WA) komunitas Majelis Nur Hidayah merupakan sarana untuk mengikuti perkembangan terkini dari program-program Majelis Nur Hidayah, sekaligus sarana berbagi berbagai informasi dan nasehat.

Segera daftarkan nomor HP Anda dan dapatkan manfaatnya.
Caranya cukup mudah, tinggal ketik :
NH_NAMA_ALAMAT_PROFESI

Kirim ke 082220327700

Atau klik link berikut : http://bit.ly/komunitas_WA_NH

[Event] ~ Kajian Silaturahmi & Pengobatan Gratis Februari 2018


Hadiri...
KAJIAN SILATURAHMI & PENGOBATAN GRATIS
Program Bulanan Majelis Nur Hidayah

Kajian Silaturahmi & Pengobatan Gratis merupakan program bulanan yang dilaksanakan Majelis Nur Hidayah. Program ini diisi dengan rangkaian kegiatan berupa pengobatan gratis, tausyiah disertai dengan penjualan produk amal usaha. Khusus untuk bulan Februari kami memberikan bonus berupa cutting sticker setiap pembelian produk amal usaha.
Segera, agendakan agar Anda tidak ketinggalan. Catat baik-baik tanggalnya!
Hari / Tanggal : Sabtu, 10 Februari 2018
Waktu : 17.00 WIB – Selesai
Tempat : Masjid Al Fatah
Semono, Tempursari, Sambi


Terbuka kesempatan emas bagi untuk ikut ber-donasi, menyalurkan sebagian rejeki yang Allah berikan. Bergabunglah bersama kami dalam investasi akhirat ini. Info selengkapnya hubungi nomor center kami 082220327700


Pamflet Kegiatan Klik DI SINI

Ikatan itu Bernama Ukhuwah..!

Hari itu, Ahad pagi 17 Desember 2017 kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya dipenuhi oleh ummat Islam dari berbagai daerah, berbagai elemen, dan berbagai organisasi seluruh Indonesia. Situs tribunnews.com merilis bahwa aksi itu diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam. Jumlah yang sangat fantastis dan patut diacungi jempol.Ya, jutaan ummat Islam tersebut hadir dalam rangka “Aksi Peduli Palestina”, di tempat yang sama dengan Aksi 212 silam, Monas. Berbahagialah kita, sebab imbas perjuangan sebelumnya insya Allah kian mengokohkan ikatan ukhuwah kaum muslimin. Sembari kita terus berharap agar ruh ukhuwah ini tetap terjaga dan umat Islam di Indonesia bisa bersatu padu. Dan semoga pula berimbas pada perjuangan kelak yang lebih ‘bergengsi’.
Semenjak aksi Bela Islam (ABI) pada 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan gerakan 212 ikatan umat Islam di Indonesia terlihat semakin solid. Meski masih ada duri dalam daging yang terkadang mengoyak rasa solid itu. Namun, ingatan orang-orang akan sebuah fakta berupa aksi massa besar bertajuk Aksi Bela Islam jilid III, yang pada akhirnya dikenal sebagai ‘Aksi 2 Desember’ atau ‘ Aksi Super Damai 212’. Aksi ini digelar di Monas dalam rangka untuk membela kehormatan kitab suci umat Islam, al-Quran al-Karim dari mulut kotor seorang penista.Kaum muslimin pada saat itu kompak bersatu, melupakan perbedaan yang selama ini seringkali menjadi penyekat persatuan di antara mereka.   
Bersatu Dalam Harapan
Sobat, diakui atau nggak mengumpulkan kaum muslimin dari berbagai kelompok dan golongan sebenarnya susah banget, lho. Kok bisa begitu? Ya, coba kamu lihat kondisi di sekitarmu. Betapa perbedaan kecil saja sudah cukup mampu membuat sesama kaum muslimin berantem, atau seenggaknya saling diem-dieman menahan dongkol. Misalnya, persoalan qunut atau nggak ketika shalat Subuh, atau persoalan dzikir dan doa bersama atau nggak usai shalat berjama’ah.
Selain itu, betapa umat Islam saat ini gemar sekali mengunggulkan kelompok atau haraqahnya sendiri. Seolah-olah, hanya kelompoknya yang paling benar. Efeknya adalah ogah ngumpul dengan anggota kelompok lainnya. Akrab dengan yang sekelompok, namun bersikap dingin dan saling membelakangi dengan yang di luar kelompok.
Kondisi kaum muslimin saat ini persis sebagaimana yang telah digambarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, yakni ibarat buih di lautan. Coba kamu perhatikan buih di lautan. Jumlahnya memang banyak, tapi mudah diombang-ambingkan gelombang laut. Sama halnya dengan persatuan kaum muslimin. Meskipun susah, tapi penting bagi kaum muslimin saat ini untuk bersatu. Mengesampingkan perbedaan, melihat persamaan. Kenapa? Karena sudah cukup banyak penderitaan dan kerugian yang dialami kaum muslimin saat ini.
Ya, ini terjadi karena nggak mau bersatu, para musuh Islam pun bersorak gembira. Dengan mudah mereka bisa menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Menjarah secara halus sumber daya alamnya. Menyebarkan paham-paham menyesatkan di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Merusak moral para generasi mudanya. Dan parahnya jarang sekali kaum muslimin yang menyadari kalo mereka sedang dijajah musuh-musuh Islam.
Kejadian paling baru dan menyakitkan adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Ini kan keterlaluan. Lihatlah sobat, karena nggak mau bersatu musuh-musuh Islam dengan gampangnya melakukan genosida terhadap kaum muslimin Rohingya. Mereka nggak takut lagi, bahwa akan ada gelombang serangan balasan dari tentara-tentara kaum muslimin seluruh dunia. Semuanya hanya cukup mengecam, nggak ada langkah konkrit yang bisa dilakukan karena wilayah kaum muslimin saat ini terpecah-pecah oleh batas negara masing-masing. Berani mengirimkan tentara ke Rohingya, maka siap-siap akan dicap melanggar kedaulatan dan urusan dalam negeri negara lain.
Fakta juga menunjukkan dengan jelas bahwa bertahun-tahun lamanya penjajahan Israel atas Palestina berlangsung. Israel dengan keji dan membabi buta merampas wilayah-wilayah Palestina. Tak terhitung sudah korban jiwa, luka, dan hilang di pihak Palestina. Namun demikian, Israel sama sekali nggak merasa khawatir, karena meskipun mereka menjajah Palestina secara terang-terangan, negeri kaum muslimin yang lain nggak akan ada yang bisa mengirimkan tentaranya untuk membela Palestina. Hanya sebatas kecaman saja yang akan mereka temui.

Kita Satu Tubuh, Sob!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ”Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.”(HR. Bukhari dan Muslim). Ya, kaum muslimin seharusnya ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seharusnya anggota tubuh yang lain akan ikut merasakan sakit. Nggak hanya ikut merasa sakit, tapi juga akan berusaha mencari cara guna menghentikan rasa sakit itu.
Maka di tengah situasi yang demikian adanya, ketika tiba-tiba umat bisa disatukan pada saat aksi damai 212, ini membuktikan bahwa masih ada harapan umat ini bisa bersatu, mengingat peserta aksi 212 ini datang dari beragam kelompok umat Islam di Indonesia.
 Jadi jelas, bahwa persatuan bagi kaum muslimin itu sangat penting untuk diperjuangkan. Tanpa persatuan, maka nggak ada kekuatan. Kita kaum muslimin senantiasa dialihkan perhatiannya oleh hal-hal yang sebenarnya nggak begitu penting untuk diperhatikan, semisal pernak-pernik duniawi yang remeh-temeh atau perbedaan masalah fikih diantara kelompok atau organisasi keislaman.
Sobat, menghadapi situasi semacam ini apa yang bisa dilakukan oleh kita para remaja? Mari sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Mulailah dengan hal-hal kecil, misalnya aktif di rohis atau kajian remaja Islam, mengedukasi dan mengajak teman-teman untuk rajin ibadah, punya tujuan hidup dan mau ngaji, serta berdakwah untuk kemaslahatan umat.
Jika kamu mempunyai kemampuan lebih, misalnya jago nulis, ngomong, desain grafis, bikin film pendek, dan lain sebagainya, manfaatkan itu untuk dakwah. Mudah-mudahan, dengan kemampuan itu, kamu bisa menjangkau lebih banyak orang. Siap nggak? [dhani]

GILA GAME

Bermain game merupakan sesuatu yang amat sangat menyenangkan. Betul begitu, Sobat? Apalagi kini dengan kecanggihan teknologi, hadirnya smartphone yang kini bahkan akan SD pun sudah mengenggamnya menjadikan sarana bermain game semakin praktis dan lengkap. Berbagai aneka macam game tersedia, mulai dari yang online sampe yang offline. Tinggal pilih aja.
Dewasa ini game bak candu bagi anak-anak dan remaja. Beberapa alasan mengemukakan kalo bermain game memang dapat mengusir kepenatan dan stress yang sedang melanda. Dan seseorang biasanya akan menjadi kecanduan game berawal dari rasa iseng saja. Iseng pengen ngisi waktu luang, iseng pengen ikut temennya main game dan iseng-iseng yang lainnya. Padahal, dalam Islam sendiri waktu luang adalah sesuatu yang bisa ‘membunuh’ kita bila tidak dimanfaatkan dengan bijak. Ia bisa menjadi penyebab hancurya akal, jiwa dan tubuh seseorang. Karena sesungguhnya jiwa seorang hamba itu selau butuh kepada aktifitas atau amalan. Dan waktu tidaklah mungkin akan pernah kosong dari yang namanya aktifitas. Karena ia pasti akan terisi, baik dengan seuatu yang baik maupun dengan sesuatu yang buruk. Dan sayangnya, mayoritas manusia menyia-nyiakan waktu luang ini , sebagaimana dalam seuah hadits dikatakan “Dua nikmat yang dilalaikan oleh banyak manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari).

Gila Game
Manusia akan menjadi ‘gila’ kalau melupakan tujuan dari apa yang dia lakukan. Orang yang makan bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan tubuh tapi sekedar hanya ingin memuaskan nafsu makan yang tak pernah bisa dipuaskan. Akhirnya menjadi orang yang ‘gila’ makan. Begitu juga dengan hal lainnya, sehingga muncul istilah gila membaca, gila harta, termasuk juga gila game.
Dalam menghibur diri melalui sarana bermain game, seorang muslim harus pandai menempatkan diri sebagai orang yang ‘sadar’. Ia harus sadar untuk apa ia bermain game. Apakah ia akan menjadi subyek yang mengendalikan permainan sehingga menjadi media yang bermanfaat? Atau justru ia menjadi objek dari permainan tersebut, sehingga ia sendiri yang akhirnya akan menjadi ‘ mainan’?
Berbagai game yang muncul di era sekarang ini bisa jadi tak pernah terbayangkan oleh orang-orang terdahulu. Kita sekarang begitu dimanjakan dengan adanya berbgai jenis game dari ang manual sampai yang digital, dari yang memakai jaringan internet (online) maupun yang offline.
Sobat, asal semua permainan adalah halal dan mubah. Tapi, cobalah waspada pada permainan tersebut. Karena, bisa jadi dengan game tersebut syetan akan menjerumuskan kita kepada kesesatan ketika kita lengah. 

Boros Waktu
Ini yang biasanya terjadi dengan yang mereka yang hobi main game. Bila sudah nongkrong bermain game jarang-jarang yang bisa ingat waktu. Level satu selesai pengen ke level dua. Level dua selesai pengen ke level tiga dan begitu seterusnya. Saking asyiknya, tanpa sadar ia telah banyak menyia-nyiakan waktunya. Sholat jadi telat, mandi jadi kemaleman, belajar jadi ogah-ogahan dan seabrek keburukan lainnya. Padahal waktu yang diberikan oleh Allah adalah salah satu nikmat yang kelak akan diminta tanggungjawab sama Allah di akhirat. Bila waktu tersebut dimanfaatkan utuk perbuatan sia-sia apalagi maksiat pasti kita bakalan merugi deh.
Seperti yang sudah disinggung di atas, bermain game hukum asalnya adalah boleh. Ia bisa menjadi salah satu aternatif hiburan bagi kita, terutama anak muda. Tapi, cobalah untuk pandai menempatkan aktifitas ini. Paling tidak batasi agar bermain game ini tidak mengganggu aktifitas lain yang sebenarnya lebih bermanfaat. Dan cobalah biasakan untuk membatasi diri ketika sedang bermain game agar tidak kebablasan. Misal, sehari main game maksimal 10 menit. Atau mungkin seminggu main game maksimal 1 jam.
Masih banyak aktifias lain yang bisa kita lakukan di luar sana, Sobat. Ummat begitu menanti gebrakan dari pemuada Islam macam kita. Kalo kita hanya asyik dengan bermain game, bagaimana kita bisa mewujudkan sebuah gebrakan yang akan mampu membawa perubahan untuk agama ini?  



Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video