Terbaru

Waspada !!! Aliran Sesat Mengepung Anda

Belum hilang dari ingatan kita, beberapa waktu yang lalu seorang dokter asal Yogyakarta menghilang. Berita ini menjadi lebih ‘berasa’ ketika diketahui ternyata sang dokter menghilang lantaran telah terseret dalam kelompok sebuah komunitas. Bukan sekedar komunitas biasa, karena ternyata sebuah komunitas yang telah melenceng jauh dari tuntunan agama Islam, alias aliran sesat.
Kasus serupa juga terjadi pada dua mahasiswi asal sebuah kampus tenar di kota Solo, Universitas Sebelas Maret (UNS). Orang tua dari salah satu mahasiswi tersebut bahkan sampai melaporkan kasus tersebut pada pihak kampus dan juga Polres karanganyar. Hal ini berkaitan dengan putri mereka yang telah menghilang sejak pertengahan Desember silam dan setelah itu tidak bisa dihubungi sama sekali. Sang putri hanya meninggalkan sepucuk surat, yang intinya berpamitan untuk pergi jauh (tanpa menyebutkan tempatnya) dan jangan dicari.
Tidak jauh dari tempat kita ini pun, dua orang asal Nogosari juga menghilang dan diduga ikut suatu aliran sesat. Keduanya merupakan kakak beradik yang awalnya berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk merantau, mencari penghidupan yang lebih baik. Namun, tanpa disangka ternyata mereka telah aktif pada sebuah aliran sesat.
Kasus di atas tentu menjadikan suatu keprihatinan bagi kita semua. Pasalnya hampir semua aliran sesat yang bermunculan di sekitar kita berkedok Islam. Mengaku Islam, bahkan mengaku bisa menjamin anggotanya bisa masuk syurga dengan syarat nyeleneh. Anehnya, justru banyak orang yang terlihat bak cendekiawan terjerumus ke dalam aliran-aliran sesat yang bermunculan. Padahal, jika dilihat dari kapasitas keilmuan, tentu kita semua paham mereka adalah orang-orang berilmu dan terdidik yang seharusnya sangat bisa membedakan mana yang lurus dan mana yang sesat. Mulai dari dokter, dosen, mahasiswa bahkan pegawai negeri. Ini menunjukkan bahwa bahaya aliran sesat ini memang mengincar siapa saja tanpa terkecuali.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah memberikan kriteria apakah suatu aliran dikategorikan sesat atau tidak yang dibagi dalam 10 poin, yaitu :
  1. Mengingkari salah satu rukun dari rukun iman yang 6 dan rukun Islam yang 5
  2. Meyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan dalil syar’i  
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al Quran.
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al Quran.
  5. Melakukan penafsiran Al Quran yang tidak berdasarkan kaedah-kaedah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Menghina, melecehkan atau merendahkan para Nabi atau Rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir.
  9. Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak harus ke Baitullah, shalat fardhu tidak 5 waktu, dan sebagainya.
  10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.
Kami kupas beberapa aliran sesat yang pernah maupun yang sampai saat ini masih eksis di Indonesia ;

Ahmadiyah
 Didirikan oleh seorang bernama Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889 di daerah Punjab, India. Letak kesesatan dari aliran ini diantaranya adalah meyakini sang pendiri, yaitu Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir. Sudah tentu ini bertentangan dengan aqidah Islam yang lurus. Selain itu mereka juga mempunyai kitab suci yang sangat berbeda dari Al Qur’an, yang kemudian diberi nama Tadzkirah. Di Indonesia, jaringan mereka telah tersebar luas. Bahkan beberapa kali tercatat sempat mendapat perlakuan ‘kasar’ dari umat Islam lantaran aktifitas merea yang membahayakan aqidah tentunya.

Salamullah/Lia Eden
Nama aliran ini beberapa waktu silam juga sempat tenar kala sang ‘amir’ yang bernama Lia Eden mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta. Dalam suratnya, Lia Eden meminta ijin kepada untuk mendaratkan malaikat Jibril di atas Monas. Kejadian ini sempat menjadi bahan tertawaan di media sosial. Bahkan banyak yang membuat plesetan dari “Lia Eden” menjadi “Lia Edan”, termasuk sang Gubernur sendiri.
Kesesatan kelompok ini bisa dilihat dari pengakuan sang ‘amir’ yang mengaku sebagai malaikat Jibril utusan Allah. Bahkan belum lama ini, aliran ini juga meminta kepada pemerintah untuk menghapuskan agama Islam dari daftar agama resmi di Indonesia.

Jamaah Islam Liberal
 Liberal sendiri sebenarnya bisa dimaknai dengan kebebasan. Kebebasan dari segala sesuatu yang mengekang diri sendiri. Namun, dewasa ini kebebasan tersebut ternyata disalah gunakan untuk mengotak-atik ajaran Islam. Lewat sebuah komunitas bernama Jaringan Islam Liberal (JIL) mereka mulai merambah dan meracuni masyarakat Islam dengan berbagai pemikiran nyeleneh, diantaranya :
  • Menganggap semua agama sama, karena semua mengajarkan pada kebaikan
  • Mengatakan Al Qur’an dan Hadits yang ada sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman
  • Fatwa bahwa jilbab tidaklah wajib bagi muslimah, karena itu sejatinya adalah pakaian adat bangsa Arab

Syiah
Aliran yang terakhir ini merupakan aliran yang sangat eksterm. Bibit aliran sesat ini mulai muncul sejak zaman khulafaur rasyidin yang dirancang oleh seorang pendeta Yahudi bernama Abdullah bin Saba’. Dia mempunyai dendam sangat luar biasa kepada Islam, lantaran negaranya yang adidaya –Persia- telah jatuh ke tangan umat Islam.
Aliran ini sangat susah di deteksi, karena mereka mempnyai sebuah ajaran bernama “taqiyah” alias berbohong. Dimana mereka tidak akan menampakkan ajaran mereka yang sebenarnya kala kekuatan mereka masih lemah. Syiah ini juga telah membuat berbagai keonaran di berbagai belahan dunia. Lihat saja bagaimana mereka mengobrak-abrik bangsa Islam mulai dari Iran, Iraq, Yaman, Lebanon hingga Suriah yang hingga kini masih membara. Di Indonesia mereka juga sudah mulai unjuk gigi seperti kasus Tajul Muluk di Sampang atau penganiayaan terhadap salah satu jama’ah Dzikir Ust.Arifin Ilham di Bogor.
Bahkan, salah satu petinggi syiah Indonesia –Emilia Renita AZ- pernah menulis sebuah kalimat kontroversial dalam akun facebook “Adapun tuhan kami, maka tidak sama dengan tuhannya Muhammad”.

Kita sebagai umat Islam harus menyadari betul bahwa saat ini sedang menjadi incaran aliran-aliran sesat tersebut. Tujuannya untuk membuat umat Islam murtad tanpa sadar. Sesuatu yang tentu tidak kita inginkan, bukan?

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video