Header Ads

Header ADS

BELAJAR DARI SEMUT

Semut merupakan  hewan sosial yang hidup secara berkoloni (berjamaah) sesuai dengan jenis spesiesnya, dengan anggota kelompok yang mencapai ribuan yang terorganisasi dengan baik dan rapi. Secara sederhana kita menilai bahwa tidak ada yang istimewa dari semut, akan tetapi Allah Ta’ala mengabadikan nama serangga ini sebagai nama salah satu surat di dalam Al Qur’an yang mulia, yaitu surat An-Naml. Surat ke 27 dalam al Qur’an ini dinamakan surat An-Naml (yang artinya semut) karena pada ayat 18 dan 19 menceritakan tentang kisah seekor komandan semut yang menginstruksikan kepada anak buahnya untuk segera masuk ke sarang disaat Nabi Sulaiman AS beserta tentaranya akan melewati tempat itu.

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”.

“Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang sale
h”. (QS. An Naml: 17-18)

Apa yang istimewa dari semut-semut ini? Setidaknya ada beberapa karakter dari “jamaah semut” yang dapat dijadikan sebagai pelajaran berharga bagi para aktivis muslim.

Pertama: Memiliki Solidaritas Dan Ukhuwah Yang Tinggi
Sesekali cobalah perhatikan semut yang sedang berjalan. Bukti bahwa semut memiliki ukhuwah yang tinggi diantara sesamanya ialah ketika semut bertemu dengan semut lainnya. Mereka akan saling berhadapan dan menempelkan kepalanya, seakan sedang memberikan ucapan salam dan  kemudian berjabat tangan. Bahkan saya pernah mendapati ada semut yang berpapasan dengan tidak bersalaman, ternyata kemudian salah satu diantara keduanya berbalik arah dan akhirnya berjabat tangan.
Adapun bukti bahwa semut memiliki solidaritas kuat diantara sesamanya ialah ketika ada musuh yang menyerang sarang atau bahkan salah satu personal diantara mereka. Niscaya mereka akan mempertahankan diri dengan menyerang musuh sekuat kemampuan mereka walaupun hidup mereka menjadi taruhannya. Sungguh pengorbanan yang luar biasa.


Kedua: Saling Tolong Menolong Dan Tidak Bersikap Individualistis
Karakter saling tolong menolong dan tidak bersikap mementingkan diri sendiri pada semut akan terlihat ketika salah satu diantara mereka menemukan makanan yang cukup besar, maka ia akan memanggil saudara-saudaranya untuk bersama-sama membawa makanan tersebut ke sarang mereka.
Mereka akan mengitari makanan tersebut dari semua arah dan berusaha membawanya bersama-sama. Bila makanan itu terlalu besar dan berat untuk dibawa bersama-sama, maka mereka akan merobek makanan tersebut menjadi kecil-kecil dan membawa potongan yang kecil-kecil itu ke sarang mereka. Tujuan mereka sama yaitu bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan besar tersebut.

Ketiga: Memiliki Struktur Organisasi Dan Pembagian Kerja Yang Jelas
Semut hidup berjamaah dan di antara mereka terdapat pembagian kerja yang jelas dan tegas. Masing-masing mengerjakan dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya serta tidak ada yang mencemaskan posisi atau jenis tugasnya.Ratu semut bertugas untuk bertelur, semut pekerja bertugas mencari makan, semut prajurit bertugas sepenuhnya untuk melawan musuh, kelompok lain membangun sarang, yang lain lagi merawat bayi-bayi semut dan lain sebagainya.

Keempat: Setiap Anggota Memiliki Ketaatan Yang Kuat Kepada Pimpinan
Buktinya ialah sebagaimana yang Allah Ta’ala beritakan melalui ayat 18 surat An-Naml diatas, bahwa anggota-anggota prajurit semut memiliki ketaatan yang kuat terhadap kebijakan komandannya ketika sang komandan memerintahkan agar mereka segera memasuki sarang disaat tentara Nabi Sulaiman melewati jalan-jalan mereka.
Semua anggota jamaah semut taat kepada pimpinan dengan tugas yang dibebankan kepadanya, tanpa demikian maka mustahil perjalanan kehidupan koloni semut akan senantiasa eksis.

Kelima: Pantang Menyerah Untuk Mencapai Suatu Tujuan
Apa yang terjadi bila ada semut yang sedang berjalan kemudian kita coba halangi jalannya? Semut pasti berusaha untuk manuver mencari jalan lain. Bila kita halangi lagi jalan lain yang ia tempuh, ternyata ia tetap mencari jalan lain untuk melanjutkan perjalanannya. Begitulah, si semut tetap gigih untuk mencari solusi hingga tugas atau tujuannya tercapai.





Demikianlah saudaraku, Allah ta'ala tidak segan untuk memberikan pengajaran kepada kita melalui perilaku makhluk mungil ini.

Diberdayakan oleh Blogger.