Header Ads

Header ADS

FUI Tawangmangu Tutup Warung Sate Guk-Guk

KARANGANYAR – Forum Umat Islam Tawangmangu FUIT Menutup Warung Sate Guguk yang berada di jalan utama Tawangmangu-Solo tepatnya di Desa Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Penutupan Warung Haram tersebut dilakukan oleh FUIT karena mendapat pengaduan tentang adanya keresahan dari beberapa jama’ah pengajian di desa Nglebak Tawangmangu bahwa di sekitaran akses jalan utama Tawangmangu-Solo ada sebuah kios kecil menjual sate anjing/sate jamu atau orang biasa menyebut sate guk-guk. Setelah melakukan pendalaman dan kroscek di lapangan oleh beberapa personal elemen FUI Tawangmangu, ternyata memang benar bahwa kios tersebut difungsikan untuk berjualan aneka olahan daging anjing.
Setelah mengumpulkan cukup bukti, rombongan elemen FUI Tawangmangu yang terdiri atas elemen Jama’ah Anshoru Syariah (JAS) Mudiriyah Karanganyar dan juga elemen Forum Komunikasi Komunitas Dakwah (FKKD) berangkat ke lokasi. Sesampainya dilokasi, rombongan masih mendapati bahwa pemilik belum membuka usahanya, akhirnya rombongan menuju ke Polsek Tawangmangu untuk memberikan laporan bahwa elemen FUI Tawangmangu akan menutup kios sate guk-guk tersebut. Pukul 13.45 WIB selepas memberikan laporan, FUIT bersama dengan aparat Polsek Tawangmangu kembali berangkat ke TKP dengan kesepakatan bahwa pihak aparat segera menghubungi aparat desa Nglebak. Akhirnya pada pukul 14.00 WIB anggota FUI Tawangmangu melakukan penutupan kios.
Selang beberapa menit pemilik Kios Sate guk-guk Bp. Manto (50 tahun) datang berboncengan bersama istrinya. Setelah berbincang sejenak didapat informasi bahwa pemilik kios yang tinggal di daeah Desa Triyagan Mojolaban Sukoharjo sudah membawa dagangan yang hendak dijual. Melalui sedikit negosiasi, akhirnya anggota FUI Tawangmangu menyita dagangan tersebut untuk dimusnahkan. Adapun pemilik diberikan uang ganti rugi sebesar Rp. 300.000,- sebagai modal awal kepada Bp. Manto untuk membuka usaha halal yang lain.[koranpanji.com]


Diberdayakan oleh Blogger.