Terbaru

JANGAN MEPET – MEPET!

Sepulang kuliah sore itu, saya melewati sebuah kampus berlabel ‘islami’. Terlihat lebih sepi dari biasanya, karena memang waktu itu sudah sore sehingga banyak mahasiswa yang sudah pulang. Tapi, di sudut halaman saya saksikan satu pemandangan yang lain dari yang lain. Di sana terlihat ramai berkumpul beberapa orang mahasiswa, tidak sepi seperti sudut kampus yang lain. Sekilas memang tak ada yang nampak aneh. Semua biasa-biasa saja. Namun, melihat mahasiswa yang berkumpul itu ternyata campur antara laki-laki dengan perempuan yang saya yakin mereka bukan muhrim. Sesuatu yang harusnya tidak terjadi di kampus berlabel ‘islami’ seperti ini.  


Sobat, sesuatu yang mestinya bukan hal biasa akan nampak menjadi biasa kala dilakukan berulang-ulang kali. Orang korupsi, mungkin awalnya juga canggung dan takut. Namun karena sudah dilakukan berulang kali lama-kelamaan akan menjadi biasa juga. Orang yang terbiasa mencopet, awalnya pasti juga takut saat akan melakukan aksinya. Namun setelah berulang kali melakukan aksinya pasti juga akan menjadi biasa saja rasanya ketika akan mencopet.
Begitu juga seperti fenomena di atas. Campur baur antara pria dan juga wanita yang tidak ada hubungan nasab atau dengan kata lain bukan muhrim awalnya adalah sangat dilarang dalam Islam. Namun, seiring perkembangan jaman dan juga gencarnya serangan musuh-musuh Islam, akhirnya perilaku campur baur seperti itu menjadi me-masyarakat. Sehingga akan menjadi suatu kebiasaan yang tak perlu dipermasalahkan.

ISLAM MENGATUR HUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS 
Islam itu adalah agama yang paling sempurna. Setujukan?? Semua aspek kehidupan udah diatur dalam Islam. Mulai dari masalah paling sepele sampai masalah yang paling komplek semua udah diatur dalam Islam. Baik masalah kehidupan di dunia ini, sampai kehidupan akhirat kelak. Islam juga satu-satunya agama yang telah terbukti kebenarannya.
Nah, hubungannya sama interaksi lintas mahrom ini pun Islam juga sudah mengaturnya. Batas-batasnya sudah sangat jelas sehingga kita sebagai ummatnya wajib menjalankan. Islam nggak 100% melarang seorang lak-laki melakukan interaksi dengan wanita yang bukan mahromnya. Pun juga dengan sebaliknya. Tapi, Islam juga nggak begitu saja membebaskan hubungan dua insan bukan mahrom ini dengans ebebas-bebasnya. Semua ada aturannya loh.

Jaga Pandangan Mata
Rosulullah udah mengajarkan sama kita untuk menjaga pandangan sama lawan jenis. Dimana pandangan yang pertama –yang nggak disengaja-  itu dibolehkan, tapi pandangan kedua, ketiga dan seterusnya itu merupakan panah setan. Ini artinya kita kudu sekuat mungkin buat menjaga pandangan kita. Entah itu waktu di jalan, di sekolah, di kampus atau dimanapun juga. Termasuk salah satu cara ampuh buat menjaga pandangan adalah dengan menjauhi ‘kotak ajaib’ bernama TV yang kini udah menjarah seluruh rumah-rumah. Mengingat banyak banget tayangan di TV menampilkan para wanita, bahkan wanita yang tanpa rasa malu tampil tabarruj (berpakaian tapi hakikatnya telanjang).

Jaga Biar Nggak Campur Baur
Melihat fenomena dan kebiasaan yang ada di sekitar kita, mungkin hal yang satu ini agak berat buat dijalankan. Bagaimana tidak, hampir di setiap tempat terjadi campur baur laki-laki sama perempuan yang bukan mahrom. Entah di pasar, di tempat kerja, di sekolah, sampai di kampus. Namun, bukan berarti kita menyerah sama keadaan. Kita kudu berusaha semaksimal mungkin buat meminimalisir campur baur ini. Mungkin saat di pasar terjadi campur baur, maka ada baiknya ketika udah mendapatkan apa yang harus dibeli segera pulang. Atau ketika di sekolah atau di kampus, dimana dalam satu kelas antara laki-laki dan perempuan juga dicampur jadi satu. Maka, minimalkan biar kita nggak terlalu lama menikmati adegan campur baur ini. Jika memang nggak ada keperluan yang mendesak, maka segera pulang atau cari kegiatan lain yang disana terhindar dari campur baur ini. Bisa ikut forum kajian atau lebih memperbanyak waktu berduaan sama Allah.

Jaga Dari Bersentuhan Tangan
Terlihat sepel memang, hanya ‘sekedar’ sentuhan tangan. Tapi dalam Islam hal ini udah dilarang, bersentuhan dua insan yang bukan mahrom. Entah ketika bertemu di pasar, ketika mendapatkan suatu kemenangan dalam kompetisi bahkan ketika halal bi halal di hari Idul Fitri yang namanya ‘ritual’ jabat tangan banyak digunakan. Sesuatu yang dianggap lumrah memang, namun kita sebagai remaja Islam yang tangguh apa yang mau latah ikut-ikutan melanggar aturan Allah ini? Nggak kan? Biarlah orang mengatakan kita ‘sok suci’ atau label negatif lainnya asalkan kita tetap dalam keridhoan Allah.

Sobat, Allah udah mengabarkan pada kita di akhir zaman akan muncul suatu golongan yang disebut ‘ghuroba’ atau terasing. Asing di sini maknanya asing karena orang-orang dari golongan itu tetap teguh memegang ajaran Islam ketika kebanyakan manusia mulai melenceng dari ajaran-Nya. Kita nggak perlu canggung dan takut menjadi seorang ‘ghuroba’ karena ia sudah dijanjikan mendapat rahmat dari Allah. Tetaplah teguh memegang bara Islam ini buat bekal di akhirat kelak. Dan mulai sekarang katakan pada mereka yang bukan mahrom kita “jangan mepet-mepet” !

Rahmat Murdani
Mahasiswa STIE-AAS Surakarta
Jurusan Ekonomi Islam

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video