Header Ads

Header ADS

KETIKA ULANG TAHUN KUDU DIRAYAKAN

"Happy birtdhay, happy birtdhay, happy birthday to you". Lilin berbentuk angka 17 itu menyisakan asap tipis setelah ditiup Nana begitu lagu Happy Birtdhay selesai dinyayikan. Sejurus kemudian riuh terdengar tepuk tangan tanda bahagia dari keluarga dan kerabatnya. Ya, di hari itu Nana genap berusai 17 tahun.

Ulang tahun, satu hari yang mungkin dirasa special bagi sebagian orang. Tak jarang dirayakan dengan berbagai ekspresi, mulai dari yang mewah dirayakan di hotel bintang lima sampai yang sederhana macam dilempari pake telur mentah sampe basah kuyup.  Perayaan hari ulang tahun memang seakan telah menjadi 'ritual' wajib yang musti dilakukan.
Dari fakta tersebut bisa kita ambil kesimpulan kalo perayaan ulang tahun saat ini udah jadi semacam gaya hidup, terlebih di kalangan remaja. Acaranya beragam memang. Mungkin yang paling sering kita temui adalah perayaan ulang tahun metode jail. Biasanya kalo tau ada teman sekelasnya yang bakalan ulang tahun, pas hari tersebut  mereka akan bikin kejutan. Misalnya aja dilempari pake telor mentah, telornya busuk lagi. Udah gitu ditambah dengan taburan tepung terigu. Hasilnya? Kayak mau manggung di ketoprak tuh orang^_^

HISTORY of ULANG TAHUN
Meriah memang perayaan ulang tahun. Tapi, di balik itu semua apakah pernah terpikir dalam benak kita tentang asal-usul perayaan ulang tahun itu sendiri?
Ternyata tradisi perayaan ulang tahu ini sendiri sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang – orang pada zaman itu percaya jika seseorang berulang tahun setan akan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindugi orang itu dari gangguan setan maka keluarga dan kerabatnya pun diundang untuk menemaninya, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian. Pemberian kado juga dipercaya akan memberikan suasana gembira yang akan membuat para setan berfikir ulang ketika hendak mengganggu orang yang berulang tahun.
Sedangkan dalam buku 'Parasit Akidah' karya A.D.EL.Marzdedeq disebutkan, pesta perayaan ulang tahun pertama kali diadakan oleh orang Nasrani Romawi. Mereka menyalakan beberapa batang lilin di atas sebuah kue yang besar. Lilin itu berjumlah sama dengan usia orang yang berulang tahun. Lilin itu kemudian akan ditiup sambil orang tersebut menyampaikan harapan di hari ulang tahunnya. 
Dari catatan sejarah di atas, ternyata pesta perayaan ulang tahun itu sendiri bukan berasal dari ajaran Islam. Bahkan termasuk ritual kaum kafir. Jadi perayaan  ulang tahun itu jelas- jelas bukan berasal dari ajaran Islam yang membawa kebaikan. Kalaupun perayaan itu membawa kebaikan, pastilah Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in sudah mencontohkannya. Tapi ternyata, mereka nggak pernah mengucapkan ataupun memperingati hari ulang tahun mereka. Pertanyaannya sekarang, kenapa masih banyak teman- teman kita atau malah kita sendiri yang ikut - ikutan merayakannya? Hmm, ternyata benerkan apa yang  pernah disabdakan Rasulullah SAW: “Kamu akan mengikuti cara hidup orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lobang biawak kamu pasti akan memasukinya juga”. Para sahabat bertanya,”Apakah yang engkau maksud adalah kaum Yahudi dan Nasrani wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab:”Siapa lagi jika bukan mereka?!”.

ULANG TAHUN DALAM KITAB INJIL
Sobat, sekedar pemberitahuan aja nih ternyata ritual peringatan hari lahir atau yang sering kita sebut ulang tahun itu termuat dalam kitab kaum nasrani, tepatnya dalam injil matius 14 : 6 lho. Bunyinya kurang lebih : Pada waktu Herodes merayakan hari ulang tahunnya, anak perempuan Herodes menari di hadapan hadirin. Tariannya sangat menyenangkan hati Herodes.   
Sebenernya nih pada masa awal generasi Nasrani (kaum khawariyyun/pengikut nabi Isa) mereka tidak pernah merayakan Ulang Tahun, karena mereka menganggap bahwa pesta ulang tahun adalah pesta yang mungkar dan pekerjaan orang kafir Paganisme.  Pada masa Herodeslah acara ulang tahun dimeriahkan sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 14:6 di atas.
Orang Nasrani yang pertama kali mengadakan pesta ulang tahun adalah orang Nasrani Romawi. Beberapa batang lilin dinyalakan sesuai dengan usia orang yang berulang tahun. Sebuah kue ulang tahun dibuatnya dan dalam pesta itu, kue besar dipotong dan lilinpun ditiup.

BEDA NAMA TAK BEDA CERITA

Sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga maupun teman, sahabat pada hari ulang tahunnnya. Bahkan nggak sedikit pegiat dakwah yang turut larut dalam tradisi jahiliyah ini. Bukankah kita sama-sama tahu bahwa tradisi ini tidak pernah diajarkan oleh Nabi kita yang mulia Muhammad Shalallah Alaihi Wasallam.
Lebih miris lagi banyak kalangan dari umat Islam sendiri yang justru getol dan begitu memaksakan untuk menjadikan perayaan ulang tahun agar menjadi legal. Dengan merubah judulnya bukan legi perayaan ulang tahun, tapi dirubah menjadi hari lahir (harlah), ambal warso, dies natalis atau sedikit biar kelihatan Islami menjadi milad. Namun, intinya sama saja karena semua memang bermuara pada satu akar, ulang tahun. Karena penggantian nama saja tidak akan mengubah suatu hukum asal.
Adapun tradisi ulang tahun ini merupakan tradisi orang-orang Yahudi, Nasrani dan kaum paganisme, maka Rasulullah memerintahkan kita untuk menyelisihinya. Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi, seandainya perbuatan itu baik, maka Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in pasti mereka lebih dahulu mengamalkannya daripada kita.
Sekali lagi, walaupun sekuat tenaga kamu bilang "sekedar buat syukuran aja" tapi tetep aja ini kurang tepat, Friend. Nggak percaya, lihat nih yang disabdakan Rasulullah SAW,  “Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami  maka amalan tersebut TERTOLAK “ (HR. Muslim)

Sobat, sekarang udah mudeng kan tentang hakikat perayaan ulang tahun? Moga-moga aja kamu emang bener-bener paham deh^_^ Selain itu tidak sepantasnya kita berhura-hura di atas penderitaan saudara-saudara kita yang kini didera kesusahan. Jangan sampai kita  malah menghamburkan duit buat sesuatu yang nggak berguna, apalagi haram.
So, masih mau merayakan dan mengucapkan selamat ulang tahun atau berani bilang "Maaf Sob, Aku nggak akan ucapin selamat ultah buat kamu!"?   
Rahmat Murdani
Mahasiswa STIE - AAS

Prodi Ekonomi Islam
Diberdayakan oleh Blogger.