Header Ads

Header ADS

REMAJA GAJAH

Kali ini kita bukan mau ngomongin soal remaja yang lagi kena penyakit kaki gajah lho, Sobat! Juga bukan mau ngomongin seputar remaja yang jadi pawang gajah^_^. Tapi yang mau kita bahas di sini adalah remaja yang ‘gagap sejarah’. Nah, biar oke punya kita singkat remaja gajah deh. Oke?
Kalo kamu sering denger istilah gaptek alias gagap teknologi atau orang yang nggak mudeng sama teknologi terkini kaya’ nggak mudeng cara mengoperasikan computer, mengggunakan internet ato nggak mudeng cara pake ATM. Nah, begitu juga dengan remaja gajah ini. Artinya dia nggak ngerti apa-apa tentang sejarah. Kasian banget yaa.
Karena kita remaja Islam, so pembahasan kali ini kita cukupkan aja pada sejarah dunia Islam ya, Sobat? Remaja yang mengidap penyakit gagap sejarah (gajah) ini nggak tau and nggak ngeh juga sama sejarah dunia Islam. Contoh aja nih, ditanya ayahanda Rasulullah jawabnya Abu Bakar, ditanya istri Rasulullah dijawab Sumayyah, ato ditanya siapa Rasul pertama dijawab Nabi Idris. Hadeuh, payah banget ini mah.
Dan parahnya lagi, ternyata mayoritas remaja kita saat ini mengidap penyakit gajah alias gagap sejarah ini. Mereka nyaris buta sama sekali dengan sejarah Islam. Mereka lebih akrab dengan sejarah tokoh kafir seperti Gajah Mada atau Mustafa Kemal. Nggak heran juga siih, karena sistem pendidikan di Negara kita ini memang lebih menekankan pada pengetahuan sejarah non-Islam ketimbang sejarah dunia Islam. Paling banter yang dipelajari dalam pelajaran sejarah dunia Islam sampe tingkat SMP aja cuman khulafaur Rasyidin. Itupun nggak sampe tuntas. Kita nggak pernah diajarkan tentang Sahabat mulia Rasul yang lain seperti Mush’ab bin Umair, Zaid bin Tsabit, Ja’far bin Abi Thalib atau yang lainnya.

Sekarang coba Tanya pada diri kita, apakah kita termasuk dari gabungan remaja gajah ini? Remaja yang plongah-plongoh ketika ditanya tentang sejarah dunia Islam. Kalo ternyata pengetahuan yang kita miliki masih cetek alias minim banget, ada baiknya deh kita mulai introspeksi diri dan mulai perbaikan!

EMANG PENTING ?
Lho, emang penting apa kita musti tahu sejarah Islam? Apa nggak lebih keren kalo kita tahu sejarah umum atau sejarah tanah air? Lagian itu juga nggak bakal keluar kan di Ujian Nasional?
Begini Sobat, kita tahu sejarah umum dan nasional itu sah-sah aja kok. Tapi tahu sejarah dunia Islam itu jauh lebih penting. Kenapa? Karena ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Islam. Lagian ini amat sangat  berkaitan dengan aqidah/keyakinan yang musti kita pegang kuat-kuat!
Satu hal yang perlu kita inget bahwa banyak banget penipuan terhadap sejarah dunia Islam yang selama ini kita pelajari. Penipuan ini tidak lain bertujuan biar citra Islam rusak di mata orang Islam sendiri. Misal aja nih, seorang Mustafa Kemal (masih ingat kan pelajaran Sejarah di SMP) digambarkan sebagai sosok ‘bapak pembaharu’ hingga dia dapat gelar attaturk. Padahal tau nggak sobat, apa yang udah dia lakukan? Dia yang telah meruntuhkan sistem ke-khalifahan Islamiyah di Turki yang nenyebabkan ummat Islam terpecah belah sampai sekarang.
Dalam dunia Iptek  juga nggak ketinggalan banyak penipuannya. Negara barat sering mengklaim penemuan berbagai karya sains dan teknologi lahir dari dunia mereka. Contohnya, dunia lebih kenal dengan William Harvey sebagai penemu sirkulasi darah. Padahal jauh sebelum itu ada Ibnu Nafis sang ilmuwan Muslim yang telah menggambarkan sistem aliran darah. Ada juga Al Khazini yang menemukan teori gravitasi bumi sebelum Newton menjiplaknya 900 tahun kemudian.
Soal sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia ternyata juga udah dimanipulasi. Selama ini kita diajarkan bahwa yang membawa dan menyebarkan Islam di Indonesia itu adalah pedagang Arab, Gujarat atau India. Mereka menyebarkan Islam sekalian dagang. Gitu kan? Padahal Islam sendiri hadir dan berkembang di Indonesia lewat  para dai utusan khilafah Islamiyah di masa Utsmaniyah. Jadi pada masa itu sudah ada upaya dari Khilafah Islamiyah untk menyebarkan agama Islam di Indonesia. Bahkan khilafah juga membantu rakyat Aceh ketika berjuang melawan penjajah Belanda.


SEJARAH YANG MENYESATKAN
Sobat, kita pantas prihatin. Pasalnya sejarah kejayaan islam juga keruntuhannya nggak pernah termuat dalam pelajaran sejarah di sekolah-utamanya sekolah umum-. Kalaupun ada sudah banyak sekali yang disimpangkan dan disembunyikan. Hasilnya? Ketahuan, banyak remaja Islam yang nggak kenal sejarahnya sendiri. Bahkan banyak orang yang ‘ngaku’ Islam tapi malah antipati pada Islam. Mereka lebih kenal dengan siapa itu Gajah Mada, Adolf Hitler, Thomas Alfa Edison ketimbang sama pahlawan Islam seperti Muhammad al-Fatih, Mus’ab bin Umair ataupun Zaid bin Tsabit. Contoh lainnya, dalam pelajaran sejarah nggak pernah kan disebut kalo pejuang kemerdekaan seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro atau Tuanku Imam Bonjol adalah pejuang Muslim. Padahal mereka berjuang membebaskan tanah air dengan ruhul jihad. Minimnya pelajaran sejarah di sekolah yang berpihak pada dunia Islam memang bukan suatu ‘kecelakaan’.  Tapi ini udah jadi rekayasa global musuh-musuh Islam untuk menjauhkan para pelajar Islam dari warisan leluhur Islam. Salah satu indikasinya bisa kita ambil contoh pada kehidupan rakyat Indonesia kini yang nggak lagi akrab dengan huruf hijriyah semenjak dicetuskannya Sumpah Pemuda tahun 1928. padahal sebelumnya huruf hijriyah dan Bahasa Arab dijadikan bahasa antar kesultanan Islam di kerajaan Islam. Di Turki upaya penghancuran warisan sejarah Islam lebih kejam lagi. Semenjak Mustafa Kemal Laknatullah (orang yang dalam pelajaran sejarah dikenal sebagai ‘Bapak Pembaharu) menghancurkan Khilafah Islamiyah, semua budaya yang beraroma Islam dimusnahkan. Penggunaan bahasa Arab dan nama Arab dilarang, kumandanG adzan musti diganti pake bahasa Turki, bahkan sampai sekarang Muslimah yang pengen pake jilbab pun diuber-uber dan dijebloskan ke penjara. Ironis memang, saat para Muslimah di Turki mati-matian menjaga auratnya, eh para wanita Islam kebanyakan disekitar kita malah mati-matian membuka auratnya demi sebuah trend setan. Naudzubillah…!


Diberdayakan oleh Blogger.