Header Ads

Header ADS

Ada Konspirasi di Game COC

Clash of Clans atau terkenal dengan sebutan COC merupakan salah satu game strategi paling banyak dimainkan saat ini. Game ini memperoleh review dan rating five stars yang fantastis. Game strategi yang dimainkan secara online realtime ini begitu banyak diminati oleh berbagai kalangan. Mulai dari anak SD hingga Mahasiswa, dari pelosok desa sampai kota. Namun, pernahkah terfikirkan oleh Anda game yang begitu spektakuler ini ternyata mempunyai segudang cerita pahit?

Banyak ‘Memakan’ Korban
Seorang ibu asal Palembang sangat terkejut ketika anaknya yang masih SMP tiba-tiba meminta untuk dibuatkan karu kredit. Aminah –sebut saja nama ibu itu- semakin terkejut ketika mendengar alasan anaknya meminta dibuatkan kartu kredit. Sang anak bilang ia ingin menggunakan kartu kredit tersebut untuk membeli ‘senjata’ dan ‘menyerang’ kelompok lain. Jika tidak, maka ia yang akan diserang kelompok lain. Setelah ditanya secara mendalam, Aminah baru menyadari bahwa anaknya sedang menggandrungi game online via android bernama Clash of Clans (COC).

Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan menghabiskan uang ibunya sebanyak Rp. 135.000.000,- hanya untuk bermain game Clash of Clans (COC) melalui perangkat telepon genggamnya. Sang ibu dari anak tersebut mengatakan bahwa dirinya terpaksa harus menjual mobil untuk membayar hutang. Sementara si bocah sendiri merasa bingung dengan kejadian yang menimpa dirinya ini.

Seorang ibu rumah tangga juga melontarkan kekesalannya “Bener banget tuh, suami saya kalau pas libur dari pagi sampai malam pegang HP melulu. Kalau dimintai tolong pasti jawabnya ‘sebentar Ma, aku lagi mau nyerang nih’. COC emang bikin kesel dan jengkel”.
Ada juga kisah seorang mahasiswa yang harus drop out (DO) kuliah hanya gara-gara kesyikan main game COC ini sehingga melupakan segala hal, termasuk urusan kuliahnya. Padahal dia kuliah dibiayai oleh orang tuanya lho!

Dampak Negatif
Hidup tidak tenang! Ya, Anda percaya atau tidak orang yang sudah kecanduan Clash of Clans (COC) pasti tidak akan betah berlama-lama ‘pisah’ dengan gadget-nya. Kemana-mana bawaannya pegang HP terus. Mau tidur pegang HP, waktu istirahat di sekolah main COC, bahkan waktu nunggu iqomah pun nekat main. Orang yang kecanduan permainan ini akan terus penasaran dengan base miliknya, apalagi jika base tersebut tidak memiliki shield, memiliki loot banyak dan juga semua builder kerja. Orang tersebut pasti akan terus kepikiran “Jangan-jangan gue diserang”.

Bergantung dengan listrik! Orang yang kecanduan bermain Clash of Clans (COC) juga tidak akan bisa berlama-lama jauh dari sumber listrik. Dengan terus mengoperasikan game COC secara otomatis baterai smartphone akan habis dengan cepat. Percaya atau tidak, kebanyakan pemain yang sudah kecanduan pasti memiliki powerbank dengan kapasitas besar untuk melakukan charging. Atau minimal kalau pergi kemana-mana selalu membawa charger.

Boros! Ini merupakan masalah serius yang dialami banyak pemain Clash of Clans (COC). Di dalam game ini semakin besar Town Hall (TH) maka pengguna akan semakin lama menunggu pembangunan selesai. Selain waktu tunggu yang lama, jumlah resource (exilir, gold, dark exilir) yang dibutuhkan juga tidak sedikit.

Antisosial. Dampak lain orang yang sudah kecanduan Clash of Clans (COC) adalah menjadi pribadi yang antisosial. Karena meraka yang sudah kecanduan tidak akan bisa lepas dari gadget dan ingin membuka game COC secara terus-menerus. Contohnya saat lagi berkumpul dengan teman-teman maka akan lebih fokus bermain COC daripada berbicara atau sekedar menegur sapa dengan teman di sebelahnya. Sehingga komunikasi dengan orang-orang dis ekitarnya pasti akan terganggu. Mungkin mereka berada dalam satu tempat tetapi saling diam dan lebih asyik dengan gadget-nya.  

Maukah Bertobat?
Seorang pengguna sosial media yang juga pecandu game Clash of Clans (COC) akhirnya berhenti memainkan game ini setelah mengetahui dampak negatifnya. Terlepas benar atau tidaknya rumor yang beredar adanya bangunan ka’bah dalam game tersebut. “Saya adalah pemain Clash of Clans (COC). Saya bermain sudah hampir 1 tahun. Saya sudah TH 8, ini sudah masuk TH 9. Tapi setelah saya melihat gambar ini yang menyerupai ka’bah saya langsung memutuskan berhenti karena saya seorang Muslim. Orang yang mirip barbarian adalam pembakar Al Qur’an dan di TH 9 ada yang mirip ka’bah yang selalu dihancurkan dalam game tersebut. Tentu sebagai orang Islam saya tidak terima simbol agama saya dilecehkan oleh game semacam ini”. Belakangan memang ramai beredar foto yang menunjukkan adanya ilustrasi wajah atau simbol setan bertanduk yang dikenal sebagai Baphomet, kini ditemukan pula bahwa ternyata gambar sosok-sosok misterius serupa banyak terdapat dalam game ini. Gambar-gambar tersebut disinyalir sebagai hewan mirip kambing yang bertanduk. Jika dikaji lebih dalam arti lambang kepala kambing banyak diklaim sebagai lambang untuk pengikut Satanisme atau golongan pemuja setan.
Memang, dalam banyak video yang beredar di You Tube game ini mengandung beberapa simbol yang melecehkan Islam dan juga beberapa simbol yang mirip dengan simbol satanis –pemuja setan-.
Terlepas dari berbagai pro dan kontra tentang benar tidaknya simbol pelecehan Islam dalam game Clash of Clans, alangkah lebih bijaknya sebagai seorang Muslim sekali lagi mengkaji akan keberadaan game yang satu ini dalam gadget kita. Apakah ia membawa manfaat, atau justru membawa madharat?   




Diberdayakan oleh Blogger.