Terbaru

KETIKA MUSIK DATANG MENGUSIK!

Mendengarkan musik sebagai salah satu alternatif hiburan pilihan emang menyenangkan. Apalagi ketika pikiran lagi puyeng, stress dan berjubel masalah datang melanda. Bisa plong nih pikiran. Ditambah lagi sekarang mendengarkan musik nggak perlu repot. Bisa gratis lagi. Kapanpun dan juga dimanapun. Tinggal play aja daftar lagu yang ada di memory HP kita. Mudah bukan?



Buat remaja seumuran kita nggak gaul rasanya kalo belum mengikuti trend musik yang lagi hot saat ini. Dengan beragam corak dan aliran musik yang ada saat ini tentunya. Ada yang melow sampai yang nge-rock abis. Nah, sobat musik selain sebagai hiburan ternyata juga bakalan menjadi pengusung gaya hidup. Nggak dipungkiri bahwa ketika mendengarkan suatu musik kita nggak hanya menggunakannya sebagai hiburan belaka, tapi terkadang kita ikut hanyut dalam suasana yang digambarkan sama musik tersebut.

MUSIK IDENTIK GAYA HIDUP
Lebih dari menghayati lagu yang sedang didengarkan. Kitapun akan terbawa pada pengidolaan artis yang membawakan lagu tersebut. Poster, pin up dan beraneka macam benda koleksi yang ada kaitannya sama si-artis idola bakal dikoleksi. Bahkan mungkin sampai pakaian, sepatu, gaya bicara dan tingkah laku juga bakalan ikut si artis idola. Maka nggak mengherankan banyak remaja seusia kita yang histeris tatkala artis atau band idolanya lagi tampil di atas panggung, bahkan ada yang sampai pingsan segala. Dan itu nggak gratis lho, sobat! Mereka harus merogoh kocek yang nggak murah tentunya buat menyaksikan artis idolanya itu. Mereka rela mengorbankan apapun demi bisa melihat secara langsung idolanya.
Musik memang bisa menghibur siapa saja. Karena musik konon katanya adalah bahasa yang paling universal dan mampu beradaptasi dengan telinga orang di belahan bumi manapun. Tapi, nggak banyak yang tahu kalo ternyata di balik nikmatnya alunan musik tersimpan ancaman yang sangat membahayakan. Tidak hanya membahayakan bagi dunia kita, tapi juga bagi aqidah kita.
Sobat, musik itu bukanlah makhluk polos yang nggak bisa memberikan efek apa-apa dalam gaya hidup seseorang. Ia mampu memberikan gaya hidup tersendiri bagi pemujanya. Ini berarti bahwa musik itu nggak selamanya bakal jadi kawan. Justru suatu saat ia bisa menjadi lawan yang bahkan bisa membunuh kepribadian kita sebagai remaja Islam. Karenanya kita musti hati-hati sama hiburan satu ini.
Dalam teori komunikasi massa ada istilah ‘efek penanaman’, artinya informasi yang disampaikan terus-menerus akan menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Terus ditanamkan, ditumbuhkembangkan tanpa peduli akan nilai-nilai kehidupan yang mengatur individu dan masyarakat dalam sebuah peradaban. Meski informasi itu salah bin nggak bener tapi karena udah disampaikan secara terus-menerus dan gencar, maka masyarakat akan menganggapnya benar dan sah.
Satu contoh nih, adanya berita bahwa anak ngaji itu identik sama ‘aliran’ teroris. Meski dalam kenyataannya anak ngaji itu nggak ada hubungannya sama sekali dengan teroris. Bahkan mereka cenderung berprestasi, sopan dan mudah diatur. Tapi karena pemberitaan yang gencar di media sudah menyudutkan anak ngaji duluan, maka opini masyarakatpun terbentuk bahwa anak ngaji itu diajarin jadi teroris. Maka terjadilah banyak orang tua yang khawatir kalo anaknya aktif di majlis pengajian, remaja masjid, atau kerohanian sekolah.
Sobat, kita sebagai remaja Muslim tentu sudah jelas donk sikap yang harus kita ambil. Segala sesuatu yang merusak dan nggak baik apalagi bagi aqidah kita harus kita hindari. Syukur – syukur bisa kita rubah menjadi lebih baik. Kita harus bijaksana dan selektif dalam memilih sesuatu. Nggak boleh asal telan mentah-mentah aja. Kata orang bijak sih ‘kalo manis jangan buru-buru ditelan & kalo pahit jangan buru-buru dimuntahkan”.
Musik memang hiburan yang menyenangkan. Tapi di balik itu semua kita juga kudu waspada akan mudharat yang dibawanya. Apalagi ini bisa jadi senjata ampuh kaum kafir. Ya, senjata ampuh mereka buat menjauhkan kita sebagai remaja Muslim dari ajaran Islam yang lurus. Cara ini memang halus dan sedikit sekali yang menyadarinya. So, kita musti waspada. Siap?

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video