Terbaru

Keutamaan Mengunjungi Saudara Seiman

Sesungguhnya ada seseorang yang akan mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu hajat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’ Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu oleh sebab engkau mencintai saudaramu karena-Nya”(HR. Muslim).

Diantara adab dalam menjalin persaudaraan yang diajarkan dalam Islam adalah anjuran untuk saling mengunjungi saudara se-muslim. Ini adalah adab yang indah yang dapat menumbuhkan cinta dan ikatan ukhuwah yang kuat di antara kaum Muslimin. Yang dimaksudkan saudara se-muslim disini adalah orang yang saling mengangkat persaudaraan karena Allah. Makna ini lebih umum daripada makna saudara secara hakiki atau majaz (Mirqatul Mafatih, 8/3134). Jadi tidak hanya berlaku bagi saudara kandung atau kerabat saja, namun saudara sesama Muslim karena telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya bahwa sesama Muslim itu bersaudara.

Hadits di atas disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Shahih Muslim dengan judul bab “Keutamaan Saling Mencinta Karena Allah”. Dan dalil ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keutamaan saling mengunjungi sesama muslim yang dilandasi ikhlas dan saling mencintai karena Allah.

Sangat utama mengunjungi kerabat. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.”(HR. Bukhari & Muslim).

Perlu kita ketahui, mengunjungi saudara seiman karena Allah untuk memperkuat ikatan Ukhuwah Islamiyah termasuk ibadah dan amal kepada Allah yang agung. Di samping itu, amal mulia ini mendatangkan manfaat yang banyak, di antaranya menjadi sarana sehatnya hati dan saling memahami. Sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat menganjurkan untuk saling mengunjungi. Beliau sendiri rajin mengunjungi para sahabatnya. Amalan ini termasuk hal yang sangat disunnahkan (dianjurkan). Berkunjung di sini bisa kita lakukan dengan mendatangi rumah mereka. Mungkin bisa sekedar melakukan obrolan sederhana dan menanyakan  keadaan mereka. Atau bahkan mengunjungi mereka di saat mereka butuh seperti kala mereka sakit atau sedang dalam kesulitan.

Yang perlu diperhatikan adalah kita mesti berkunjung pada waktu saat mereka suka menerima kita, bukan pada waktu yang tidak mereka sukai. Mungkin sebagian teman atau tetangga tidak suka dikunjungi di malam hari di atas jam 9 malam, kita harus mengetahui hal ini. Intinya kita memang harus pandai-pandai untuk memilih waktu yang tepat untuk mengunjungi seseorang. Demikian anjuran para ulama kita.

Sungguh sangat mulia dan besar keutamaan dari mengunjungi saudara se-iman. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita rajin mengamalkan amalan yang satu ini. Tidak perlu menunggu ketika ada hajat atau hanya ketika hari raya Idul Fitri saja kita mengunjungi saudara kita. Alangkah lebih baiknya jika amalan ini bisa dilakukan sesering mungkin agar mendapatkan keutamaan yang tinggi, selain juga dapat mengukuhkan ikatan ukhuwah tentunya. 
















Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video