Header Ads

Header ADS

Mahasiswa, Menulislah!

Sejatinya, pekerjaan seorang Penulis itu adalah ‘membaca’. Semakin banyak buku yang dibaca, maka semakin banyak hal yang bisa dituangkan dalam tulisan. Bagi Anda yang bercita-cita ingin menjadi seorang Penulis, Anda tidak boleh banyak mengeluh karena tidak tahu apa yang harus ditulis.
Mulailah dengan hal-hal kecil di sekitar Anda seperti menulis quote-quote pendek di facebook, kata-kata tausyiyah, ataupun pilih satu kata di setiap buku yang kemudian dikembangkan menjadi tulisan. Anda harus mencobanya! Seiring waktu Anda melakukan seperti itu pasti suatu saat karya Anda akan dilirik dan dipublis di media lokal, nasional atau bahkan internasional. Karena semuanya butuh proses. Jangan bilang saya tidak ada jiwa menulis, Jadi kenapa Anda bisa sampai ke perguruan tinggi sekarang? Pikirkan! itu semua dimulai dari menulis.
Iman Al Ghazali mengatakan, “Jika kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka menulislah.” Energi menulis sudah menyuntik pribadi sholih orang orang terdahulu. Sayid Qutub rahimallahu ta’ala, beliau menjadi seorang yang sangat berpengaruh dalam bidang tulisan. Orang-orang muda terutamanya sangat meminati hasil tulisannya. Beliau menulis dengan serius dan cemerlang hingga lahir karya agung yang menjadi warisan hingga hari ini.
Sayyid Qutub memberikan pelajaran bahwa beliau diketahui dan dikenal oleh orang melalui tulisan agungnya dan terasa beliau masih mengalir hidup bersama kita dengan karya agungnya Tafsir Fi zilalil Quran. Maka jika Anda ingin terus hidup di dunia, menulislah! Menulis untuk keabadian.
Hepi andi Bastomi,MA menyebutkan ada 5 kekayaan yang akan dihasilkan oleh seorang Penulis, yaitu kekayaan pahala, kekayaan uang, kekayaan sahabat, kekayaan pengetahuan, dan kekayaan nama. Padahal kelima hal tersebut susah untuk digapai, tapi dengan menulis Anda bisa meraih kelima-limanya.
Dan semestinya sebagai seorang mahasiswa yang menjadi agent of change harus memiliki jiwa menulis, bukan hanya menyuarakan pendapat ke gerbang-gerbang pemerintahan dengan tidak jelas. Suarakan pendapat-pendapat Anda melalui tulisan yang akan menyadarkan pemerintah yang lengah. Dalam sebuah buku karya Bernerd Percy yang berjudul “The Power of Creative Writing” mengungkapkan sekurang kurangnya ada enam manfaat menulis, diantaranya :
1)    Sarana pengungkapan diri
2)    Sarana untuk memahami sesuatu
3)    Sarana untuk mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, dan rasa harga diri.
4)    Sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan sekitar.
5)    Sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat
6)    Sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa.
Banyak hal yang bisa didapatkan saat Anda menulis, tetapi Anda juga harus memperhatikan ke-lima hal ini agar tulisan Anda lebih berkah dan melimpah, yaitu:
1. Tulis apa yang benar benar Anda kuasai
Tentu ini menjadi kendala bagi penulis pemula, saat hati menggebu ingin menulis suatu hal tapi tidak tahu apa yang harus ditulis. Maka solusi tepatnya Anda harus memperbanyak bahan  pengetahuan terhadap apa yang ingin ditulis. Google adalah salah satu solusi yang tepat untuk memperoleh berbagai informasi yang akan Anda tulis. Maka sebenarnya, Anda dituntut untuk banyak membaca agar mendapat banyak kosakata baru dan ide-ide cemerlang.
2. Jangan menunda menulis
Nah, ini juga penyakit seorang Penulis. Menunda-nunda menulis akan berakibat fatal pada tulisan kita. Kadangpula masalah atau ide yang kita angkat diselesaikan duluan oleh orang lain, kita malah menggerutu dalam hati, “ ah itu kan ide gue”. Oleh karena itu jangan menunda-nunda menulis, idenya keburu diambil orang nanti. hehe
3. Sampaikan hanya yang baik baik saja
Inilah tujuan menulis, menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Tulislah yang baik baik saja, supaya manfaat dari menulis itu muncul. Sebuah tulisan yang sukses itu saat orang lain merasakan ruh perubahan setelah membaca tulisan Anda. So, hanya yang baik baik saja ya!
4. Sebarkan tulisan di dunia maya
Semua orang sekarang bergantung kepada dunia maya, hanya segelintir saja yang tidak bisa akses ke dunia maya. Oleh karena itu publish karya tulis Anda di dunia maya agar banyak yang menerima manfaat dari tulisan tersebut. Karena tujuan menulis itu untuk dibaca oleh orang banyak.
5. Luruskan niat Menulis karena Allah
Semua perbuatan itu tergantung kepada niat. Niatkan setiap karya Anda karena Allah. Berharap akan dibaca manusia dan mereka akan melakukan perubahan kepada yang lebih baik. Bukan karena mengharapkan popularitas tinggi ataupun material. Karena semua itu hanya Allah jamin.
So, menulislah!

Diberdayakan oleh Blogger.