Header Ads

Header ADS

Minyak Zaitun Bendung Sel Kanker

Suatu hasil penelitian menunjukkan minyak zaitun bisa mencegah sel kanker. Hal ini membuktikan tanaman yang disebut dalam Al-Qur'an merupakan obat alamiah dan Ilahiah. Dalam surat At-Tiin, Allah memang bersumpah demi buah tin dan buah zaitun. Kemudian, para ilmuwan dan dokter yang meniliti sumpah Sang Khalik itu ternyata membuktikan bahwa zaitun merupakan sumber makanan dan obat dari berbagai penyakit.
Manfaat dan khasiat zaitun yang mempunyai nama ilmiah 'olea eurofaea' dari keluarga 'oleaceace' juga disabdakan Rasulullulah dalam sebuah hadits:”Makanlah buah zaitun dan gunakanlah minyaknya kerena itu adalah buah berkah”.
Penelitian yang dilakukan dr. Chris I.R. Gill dari University of Ulster di Irlandia Utara yang dilaporkan dalam International Journal of Cancer mengatakan, bahwa suatu campuran kandungan yang disebut fenol, yang diekstrakan dari minyak zaitun perawan (murni), mampu menghambat proses pertumbuhan sejumlah sel di usus yang bisa berkembang menjadi kanker.  "Minyak zaitun dikabarkan merupakan sumber alami yang bermanfaat dalam menu makan orang di kawasan Laut Tengah. Data yang kami miliki menunjang anggapan tersebut dan menjelaskan bagaimana kemungkinan ini bisa terjadi," tutur Dr. Gill.
Karena usus merupakan salah satu sasaran empuk bagi serangan kanker yang ada di dalam perut orang di kawasan Laut Tengah terlindung oleh minyak zaitun, Dr. Gill bersama timnya lalu mengkaji efek potensial fenol minyak zaitun dalam mencegah terjadinya kanker pada kultur jaringan sel yang umum dijadikan model dalam penelitian kanker kolorektal. Inkubal sel kanker selama 24 jam pada salah satu jaringan yang diberi konsentrasi fenol minyak zaitun terbukti mencegah kerusakan DNA pada sel-sel tersebut. Selama 24 jam, fenol, minyak zaitun tersebut malah terlihat memberi efek antipertumbuhan bagi perkembangan kanker. Dari pengamatan Dr. Gill dan tim, keganasan sel kanker usus juga menurun secara signifikan akibat pemberian fenol minyak zaitun tersebut. Sebagai kesimpulan, "Di laboratorium kami melihat bahwa fenol yang diekstrasikan dari minyak zaitun mampu mencegah tahap-tahap pertumbuhan kanker," tutur beliau.
Apa yang dilakukan dr. Gill sebenarnya merupakan lanjutan dari pertemuan yang diadakan di Roma pada 21 April 1997, yang untuk pertama kali dalam sejarah sebanyak 16 pakar medis dan ilmuwan mengupas, mengkaji dan mengeluarkan keputusan penting tentang minyak zaitu. Dalam siaran persnya, mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi dari serangan penyakit arteriole (saluran darah kecil di liver dan menghambat naiknya kolesterol darah), tekanan darah dan diabetes, sebagaimana melindungi tubuh dari serangan sebagian penyakit kanker.
Berbagai penelitian bahwa minyak zaitun mampu menurunkan tingkat kolesterol LDL (lemak jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (lemak baik) tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat. Dalam sebuah artikel yang ditulis di majalah Amj Clin Nutrl, edisi Desember 1999, diungkapkan hasil laporan para peneliti bahwa gizi yang banyak terkandung dalam minyak zaitun bisa menekan terjadinya pengerasan pembuluh darah koroner.
Bahkan, sebuah penelitian yang ditulis di majalah Lanost edisi Desember 1999, negara paling miskin di Eropa, Albania, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, memiliki keistemewaan karena dapat menekan angka kematian rata-rata, yaitu 41 laki-laki dari setiap 100.000 jiwa. Artinya itu sama dengan separoh tingkat kematian di Inggris. Rahasianya, karena mereka biasa mengkomsumsi minyak zaitun dalam setiap masakan mereka.
Hasil penelitian mengungkapkan apa yang dikatakan Rasullulah bahwa zaitun adalah si-buah berkah memang terbukti benar. Dr.Aldo Ferara dari Universitas Napoli di Italia menulis laporannya di Archives of Internal Medicine edisi Maret 2000. Sebanyak 23 pasiennya yang semula tergantung pada obat-obat penurun tekanan darah tinggi, akhirnya meninggalkan obat resep dokter tersebut setelah dicoba terapi dengan menggunakan minyak zaitun. Tekanan darah mereka bisa turun hingga 7 digit. Minyak zaitun juga memiliki elemen vitamin E dan K sebagai dua unsur alami antioksidan serta menimbulkan antibodi untuk penyakit kanker, hati, radiovaskular serta berbagai penyakit modern lainnya. Hal itu diungkapkan Prof.Asmar, ketua bidang pengkajian penyakit kanker di Universitas Monster, Jerman.
Prof.Asmar yang juga dikenal sebagai peneliti ulung dalam bidang medis dan penyakit kanker mengungkapkan, mengkomsumsi minyak zaitun dapat melindungi diri dari sejumlah penyakit kanker seperti kanker usus besar, kanker rahim, kanker indung telur, kanker payudara, kanker kulit, kanker perut. Termasuk juga ampuh untuk mengatasi radang persedian dan kutu kepala bila dioleskan ke kepala, dapat membunuh kutu-kutu itu hanya dalam hitungan beberapa jam saja.  


Diberdayakan oleh Blogger.