Terbaru

Pendukung Assad & Syi'ah sempat bersuka cita saat pengumuman kudeta Pemerintah Turki


Para pendukung Basyar al-Assad di Damaskus sempat ikut merayakan pada hari Sabtu pagi setelah tentara kudeta Turki mengklaim telah merebut kekuasaan dari pemerintahan sah partai AKP dan presiden Erdogan. Ratusan loyalis Assad bersorak sorai turun ke jalanan di Damaskus jelang dini hari dan meletuskan tembakan perayaan di beberapa distrik di ibukota Suriah yang dikuasai rezim Assad. Mereka melakukan konvoi mobil di kawasan Mazzeh, mengibarkan bendera rezim dan meneriakkan slogan: "Tuhan, Suriah dan Basyar!"

Perayaan serupa juga sempat berlangsung pada beberapa provinsi lain di daerah-daerah yang dikuasai rezim Assad. Mereka berkeyakinan jatuhnya Erdogan "akan menjadi masa depan cerah bagi Suriah". "Jatuhnya Erdogan adalah tanda bagi akhir dari krisis di Suriah, mengingat ia merupakan salah satu yang bertanggung jawab atas krisis (Suriah)", ujar seorang loyalis Assad menyalahkan Erdogan.

Menurut para pendukung Assad, Erdogan akan memperoleh konsekuensi tindakannya. Di beberapa distrik dekat Damaskus, perayaan kabar kudeta Turki bahkan lebih semarak daripada saat Basyar al-Assad memenangkan pemilu kontroversial pada 2014. Sumber media pro oposisi Suriah, Orient-news, melaporkan bahwa perayaan pada kudeta ilegal di Turki yang kemudian gagal ini, telah memakan korban tewas warga sipil oleh tembakan milisi Alawite dan Syabihah.

Para milisi bayaran Syabihah dan Nushairiyah berkonvoi serta memuntahkan peluru sebagai perayaan kegembiraan "kemenangan Assad atas Erdogan", termasuk ungkapan suka cita di media sosial. Namun peluru nyasar yang ditembakkan milisi pro Assad telah membunuh seorang warga sipil dan melukai 4 orang lainnya di Damaskus. Milisi juga dilaporkan meledakkan granat.
Kegembiraan ini datang tak lama setelah sekelompok militer Turki mendeklarasikan kudeta, atau pengambilalihan kekuasaan atas pemerintahan sah pilihan rakyat Turki. Kegembiraan serupa juga ditemui pada para pendukung Assad di Indonesia, terutama dari akun-akun para penganut Syi'ah.

Sayangnya hal ini tak berlangsung lama, kudeta oleh sebagian kecil unit militer Turki dinyatakan gagal. Selain tidak mendapat dukungan militer secara luas, aksi ilegal terhadap pemerintahan sah tersebut mendapat perlawanan dari rakyat Turki. Setelah sempat merayakan kegembiraan kudeta ilegal Turki, yang kemudian gagal itu, para aktivis Syi'ah dunia maya berbalik menyalahkan Erdogan. Mereka berbalik menuduh Erdogan "yang merekayasa kudeta".

Kudeta gagal ini sendiri menyebabkan jatuh korban tewas sebanyak 161 orang. Kebanyakan adalah polisi yang berhadapan dengan tentara yang memberontak. Sebanyak 1.140 orang lainnya juga terluka. CNN menyebutkan, setidaknya 2.839 perwira militer ditangkap. Kantor berita Turki menyatakan ada 200 pejabat pengadilan Turki dijebloskan ke penjara, termasuk 140 anggota Mahkamah Agung dan 48 anggota Council of State, satu dari tiga pengadilan tinggi di Turki. Sebanyak 2.745 hakim pun dinonaktifkan.

Erdogan adalah pendukung utama revolusi Suriah dari mayoritas kaum Sunni yang menuntut tumbangnya kekuasaan dinasti Assad dan partai Ba'ats pada masa Arab Spring 2011. Revolusi damai menentang Assad kemudian berubah menjadi perang brutal setelah tindakan kekerasan rezim Suriah terhadap para demonstran. Perang Suriah telah memasuki tahun keenam, serta melibatkan banyak pihak. Erdogan menyebut rezim Assad melakukan berbagai kejahatan perang dan pembantaian terhadap warga sipil hingga 400 ribu orang. Turki sendiri saat ini juga merupakan penampung terbesar pengungsi Suriah hingga 2,7 juta orang, termasuk dukungan bagi pihak oposisi. 





Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video