Header Ads

Header ADS

Ramadhan Berlalu Semangat Tetap Menggebu!

Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita. Sebagai seorang muslim, kita patut merasa sedih dan berat hati berpisah dengan bulan Ramadhan. Karena ia merupakan bulan keberkahan, rahmat dan maghfirah. Momen yang selalu dirindukan kehadirannya telah pergi. Kita berharap dan berdoa kepada Allah agar amal ibadah kita diterima, istiqamah dalam ibadah dan amal shalih, dan dipertemukan kembali dengan Ramadhan yang akan datang.
Pada bulan Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba melakukan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih. Berbagai kelebihan dan keutamaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan telah memberikan motivasi dan semangat bagi kita untuk meraihnya. Maka, tidak mengherankan bila pada bulan Ramadhan masjid penuh dengan jamaah shalat lima waktu, tarawih dan witir serta tadarus al-Quran.
Kini Ramadhan telah pergi meninggalkan kita. Lantas, bagaimana dengan ibadah dan amal shalih yang terbiasa dilakukan ketika bulan Ramadhan? Apakah juga ikut pergi meninggalkan hari-hari kita?
Sejatinya setelah Ramadhan kita diharapkan tetap istiqamah dan mampu terbiasa dengan berbagai aktivitas ibadah dan amal shalih untuk hari-hari berikutnya. Bila Ramadhan yang telah berlalu ini dapat memberikan bekas dan pengaruh kepada kita dalam kehidupan kita hari-hari dengan ditandai semakin baik perilaku, amal shalih dan ibadah kita, maka berarti sukseslah kita dalam training dan ujian untuk memperoleh gelar taqwa. Karena memang Ramadhan disediakan Allah sebagai sarana untuk menjadi insan yang bertakwa. Namun sebaliknya, bila Ramadhan tidak membekas dalam kehidupan kita, maka gagallah kita dalam training dan ujian tersebut.
Setidaknya ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga semangat ibadah kita setelah Ramadhan berlalu. Berikut beberapa penjelasannya:

Pertama, Menjaga Diri Dari Maksiat
Ramadhan telah mengajarkan kepada kita bagaimana mengendalikan diri dan hawa nafsu lewat ibadah puasa. Pada waktu berpuasa, kita dituntut untuk menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, berkata kotor, bertengkar, mencaci maki dan sebagainya. Jika hal-hal yang mubah seperti makan, minum dan hubungan istri dilarang pada waktu berpuasa, maka terlebih lagi hal-hal yang diharamkan. Maka, sudah sepatutnya setelah Ramadhan kita mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu dan maksiat, baik berupa perkataan yang haram seperti ghibah, mencaci maki, menghina, menipu, menfitnah dan sebagainya, maupun perbuatan tercela lainnya  seperti mencuri, merampok, mencopet, korupsi, memukul, membunuh dan sebagainya. Dengan demikian, pasca Ramadhan perilaku kita menjadi lebih baik.

Kedua, Suka Membantu dan Mencintai Saudara Seiman
Ramadhan mengajarkan kita untuk berempati dan peduli terhadap orang fakir dan miskin lewat infak, shadaqah dan zakat. Begitu pula untuk saling mencintai dan mengasihi sesama muslim. Maka, pasca Ramadhan kita diharapkan tetap membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, baik saudara kita seiman di tanah air maupun di belahan bumi lain semisal Palestina, Suriah, rohingya dan lainnya. Rasulullah  bersabda, “Setiap hari dua malaikat turun kepada seorang hamba. Salah satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah pengganti kepada orang yang berinfak. Dan yang lain berdoa, “Ya Allah, hilangkan harta orang yang menolak infak.” (HR.Bukhari dan Muslim). Mengenai keutamaan menolong saudara seiman, Rasulullah bersabda, “Allah menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim). 

Ketiga, Selalu Menjaga Shalat Berjama’ah

Ramadhan mengajarkan kita untuk selalu menjaga shalat berjama’ah lewat shalat tarawih, witir dan qiyam lail di masjid. Pada saat shalat tarawih, masjid-masjid penuh dengan jama’ah selama bulan Ramadhan. Bahkan pada awal Ramadhan jama’ah membludak. Walaupun pada akhir Ramadhan jama’ah  semakin berkurang, namun tetap lebih ramai dibandingkan dengan pada hari-hari selain Ramadhan. Maka, diharapkan pasca Ramadhan kita terbiasa melakukan shalat berjama’ah di masjid. Sejatinya semangat shalat berjama’ah ini bisa dipertahankan dan dilanjutkan pada shalat lima waktu setelah Ramadhan. Di antara keutamaan shalat jama’ah yaitu; orang yang shalat berjamaah mendapatkan 27 kali lipat pahala dibandingkan shalat sendirian (HR. Bukhari dan Muslim). Setiap langkah orang yang shalat berjama’ah dicatat satu pahala sekaligus dihapus satu kesalahan (HR. Bukhari dan Muslim).  Dan orang yang shalat berjama’ah akan tetap di doakan oleh para malaikat setelah shalatnya sampai shalat berikutnya selama ia masih ditempat shalatnya (HR.Bukhari dan Muslim).

Demikianlah, hendaknya kita mengisi hari-hari pasca Ramadhan selama sebelas bulan ke depan yaitu dengan istiqamah melakukan berbagai ibadah dan amal shalih seperti pada bulan Ramadhan. Ibadah dan amal shalih itu tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, namun juga pada hari-hari setelah Ramadhan. Segala ibadah dan amal shalih yang dilakukan pada waktu Ramadhan harus membekas pada diri kita dengan semakin baik perilaku, ibadah dan amal shalih kita. Itulah tanda kesuksesan Ramadhan yaitu menjadi orang yang bertakwa. Semoga ibadah dan amal shalih kita di diterima Allah Subhanahu Wata’ala. Dan semoga kita termasuk kita termasuk orang-orang yang sukses dalam Ramadhan dan mendapat gelar taqwa..!![hidayatullah.com] 

Diberdayakan oleh Blogger.