Header Ads

Header ADS

Terbukti Aniaya Aktivis Islam, Sulis Preman Bajak Laut Hanya Divonis 11 Bulan

KLATEN  – Sidang terakhir terhadap Sulistyo (Sulis), pimpinan preman Bajak Laut Klaten dan Novi, anggota preman Bajak Laut yang juga satpam Rusunawa Bareng Lor, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) yang memukul, menganiaya dan mengeroyok aktivis dan laskar Islam Klaten kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klaten Kelas 1B, pada Kamis (23/6/2016) pagi.
Sidang yang mengagendakan pembacaan vonis itu dipimpin oleh Annisa Noviyati, SH selaku Hakim Ketua serta Dian Herminasari,SH dan Wahyu Setioadi,SH selaku Hakim Anggota itu berlangsung cukup singkat. Nampak pula sejumlah laskar Islam di area PN Klaten pada Kamis pagi itu.
Dalam pembacaan vonisnya, hakim menyatakan bahwa Sulis dan Novi terbukti secara sah melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap Ketua MMI Klaten, Ustadz Boni Azwar dan Jackel, aktivis Islam Klaten anggota BMK pada Sabtu malam Ahad, tanggal 6 Februari 2016 saat mengingatkan sejumlah orang yang sedang pesta miras di dekat Rusunawa Bareng Lor.
Hakim pun akhirnya menjatuhkan vonis kepada Sulis selama 11 bulan penjara dipotong masa tahanan. Sedangkan Novianto atau Novi divonis 9 bulan penjara dipotong masa tahanan. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, yakni hukuman 1 tahun penjara.
Setelah mendengar putsuan hakim, Sulis dan jaksa menyatakan pikir-pikir. Sedangkan Novi menerima putusan tersebut. Sidang terakhir itu juga dihadiri oleh puluhan preman Bajak Laut dan Laskar Kalijaga yang merupakan anak buah Sulis.
Ustadz Boni Azwar yang juga hadir di PN Klaten mengaku kurang puas dengan tuntutan jaksa dan vonis dari majelis hakim. “Namun, mau tidak mau, harus kita terima. Sekarang ini kita upayakan kena pasal 160 tentang penghasutan,” ujarnya seusai sidang.
Seperti diketahui bersama, selain melakukan pemukulan dan penganiayaan, Sulis juga menghasut warga Rusunawa untuk melakukan pengeroyokan terhadap aktivis Islam yang saat itu sedang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dengan mengingatkan warga agar tidak minum dan pesta miras. [manjanik]

Diberdayakan oleh Blogger.