Header Ads

Header ADS

Film "Jihad Selfie" Lukai Umat Islam Solo

Solo – Setelah melakukan tour ke berbagai daerah dari kota ke kota di Indonesia hingga keluar negeri, tiba saatnya Film “Jihad Selfie” karya Noor Huda Ismail singgah di Kota Bengawan pada Jumat malam (29/7/2016) di gedung Balai Dakwah Muhammadiyah Surakarta.
Dalam acara pemutaran film tersebut banyak dihadiri tokoh-tokoh masyarakat maupun kalangan aparat hingga mahasiswa dan pelajar. Di dalam acara itupula dihadiri Akbar Maulana sebagai sosok utama yang kisahnya diangkat dalam film tersebut.
Secara konten, film ini bercerita mengenai ketertarikan seorang pemuda terhadap gerakan ISIS Islamic State/Daulah Khilafah) melalui media sosial yang banyak melibatkan teman-teman sekolahnya di Imam Katip High School, Turkey –setara dengan Madrasah Aliyah di Indonesia-. Namun niatnya bergabung dengan ISIS akhirnya tidak terlaksana karena larangan orang tuanya. Tidak hanya kisah Akbar Maulana, film ini juga memuat wawancara tentang pandangan orang-orang yang berada disekitar tokoh yang diceritakan baik yang berpandangan mendukung tindakan ISIS maupun yang kontra. Beberapa tokoh itu antara lain orang tua Akbar Maulana, orang tua Wildan (telah bergabung dengan ISIS), hingga potongan statement Ustad Abu Bakar Ba’asyir tentang dukungannya terhadap Daulah Islamiyah.
Dalam sesi tanya jawab pengamat gerakan terorisme yang kini sedang menempuh doktoral di Australia tersebut menekankan bahwa film ini dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan orang tua terhadap bahaya media sosial. Di sisi lain ia juga menyatakan film ini mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam melakukan upaya penanganan kasus terorisme.
Namun di luar dugaan, Al Amin yang merupakan salah satu anggota DPRD Surakarta dan ikut menyaksikan pemutaran film tersebut melakukan protes terhadap pemuatan salah satu adegan yang ada di film Jihad Selfie. Dimana pada salah satu adegan terdapat potongan video Parade Tauhid yang dilakukan oleh elemen muslim Solo Raya pada tahun 2015 silam.  Menurutnya pemuatan adegan tersebut dapat disalah tafsirkan bila Parade Tauhid tersebut adalah sebuah gerakan yang mendukung gerakan ISIS.  
Saya ikut aksi tersebut, bahkan juga menggerakkan masa. Ini tidak ada kaitannya dengan masalah terorisme atau apapun terkait ISIS. Anda harus mengerti ini merupakan ajang konsolidasi umat Islam Solo yang merindukan pemimpin muslim dalam pilkada Solo. Framing ini bisa mengaburkan tujuan Parade Tauhid dan bisa disalah artikan. Kesan yang muncul, laskar Islam di Solo ini bagian dari ISIS. Akibatnya orang akan menilai negatif Parade Tauhid” demikian jelas anggota DPRD Surakarta.
Menanggapi hal itu, Noor Huda Ismail menyampaikan permohonan maafnya dan mengatakan bahwa ini hanya merupakan gambaran mengenai gerakan umat Islam di Solo yang begitu dinamis.
Sekilas tentang film "Jihad Selfie" dapat Anda lihat di sini




Diberdayakan oleh Blogger.