Terbaru

Lomba Makan Kerupuk

Gegap gempita semarak menyambut 17 Agustus mulai terasa disana-sini. Berbagai acara dan perlombaan digelar untuk memeriahkan hari kemerdekaan negara kita tercinta ini. Mulai dari anak-anak hingga orang tua semua tumpah ruah menjadi satu.
Ada satu perlombaan yang sudah tidak asing lagi, hingga mungkin bisa disebut tradisi. Lomba itu adalah lomba makan kerupuk. Terasa asyik, memang. Bermodal kerupuk yang digantung kemudian seluruh peserta diharuskan mengikatkan tangannya ke belakang dan mereka saling adu cepat untuk menghabiskan jatah kerupuknya masing-masing. Siapa cepat maka dialah pemenangnya.
Jika ditelusuri, sebenarnya lomba makan kerupuk ini bertentangan dengan syariat Islam jika ditinjau dari 2 (dua) sisi, yaitu :
MAKAN SAMBIL BERDIRI
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024).
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata:
عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا
Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024). 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ
Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)
Beberapa ulama berpendapat bahwa makan dan minum sambil berdiri memang diperbolehkan. Namun, mereka mengatakan bahwa bolehnya makan dan minum sambil berdiri hanya jika ada hajat/keperluan; selain dari itu, maka dibenci. Ini merupakan pendapat Ibnu Taimiyyah dan Ibnul-Qayyim.

MAKAN DENGAN TERGESA-GESA
Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:“Ketenangan berasal dari Allah, sedangkan tergesa-gesa berasal dari setan.” 
Hadits ini menjadi dasar yang kuat terkait larangan tergesa-gesa dalam sebuah kegiatan shalih dan anjuran agar kaum Muslimin memiliki sikap tenang dalam berpikir dan beramal. Sebaliknya, sikap tidak tergesa-gesa menjadi satu diantara salah satu sifat yang disukai oleh Allah ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Imam al-Bukhari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Di dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah; sabar dan tidak tergesa-gesa.
Larangan tergesa-gesa ini salah satunya dinisbatkan pada perintah makan. “Jika seorang di antara kalian makan,” sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “maka jangan tergesa-gesa sampai dia menuntaskan makannya, meskipun iqamah sudah dikumandangkan.
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini, Rasulullah melarang umatnya terburu-buru ketika makan. Dan kini, berdasarkan riset medis, kita bisa mengetahui rahasia di balik larangan ini. Larangan tergesa-gesa saat makan, rupanya terkait erat dengan pengaruh makanan bagi kesehatan. “Makan dengan cepat,” tulis Yuga Pramita dalam Diet Islami, “Di samping berpeluang menimbulkan refluks asam lambung, juga berperan penting dalam pencegahan dan penanggulangan kegemukan.”
Lebih lanjut, Praktisi Gizi yang merupakan lulusan Universitas Diponegoro ini menjelaskan, “Berdasarkan hasil studi di Selandia Baru, orang yang ngebut ketika makan memiliki resiko kelebihan berat badan dua kali lebih besar.” Fakta ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan di Harbin Medical University Cina terhadap tiga puluh orang pria. Dari jumlah tersebut, empat belas di antaranya merupakan penderita obesitas. “Pria obesitas,” tulis Pegawai Negeri Sipil yang bekerja pada sebuah Puskesmas di Bandung ini, “menelan makanan lebih cepat dari pria ramping.”
Penelitian ini hendaknya menjadi perhatian kita. Sebagai orang yang bangga beragama Islam, hal ini hendaknya menjadi penyemangat tambahan. Bahwa tidak terburu-buru saat makan, meskipun misalnya tidak menjadi faktor penghalang obesitas, merupakan salah satu sunnah agung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.   

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video