Terbaru

Ngotot Resmikan RS.Siloam, Walikota Solo tak Pedulikan Warga

SOLO – Acuh dan tidak adil dalam memberikan kebijakan kali ini dilakukan oleh Walikota Solo, FX.Hadi Rudyatmo. Hal tersebut dilakukan saat terjadinya aksi penolakan warga sekitar terkait pendirian Rumah Sakit Siloam di Jl.Honggowongso, Kratonan, Serengan,  Solo.
Walikota Solo, FX.Hadi Rudyatmo tetap ngotot memberikan ijin pendirian Blok Siloam dengan dibuktikan acara seremonial peletakan batu pertama pada Kamis, (18/8). Di hadapan tamu undangan yang hadir, Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo mengklaim bahwa  proses perizinan rumah sakit Siloam Hospitals Solo telah selesai. “Semua persyaratan perizinan sudah selesai dan tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, investasi sudah bisa jalan. Saya titip, izinnya hanya untuk rumah sakit.” tegas Rudy, sapaan akrabnya.
Di tempat lain tepatnya di seberang jalan Warga Kratonan menggelar unjur rasa terkait peresmian acara tersebut. Beberapa spanduk terpampang dipinggir jalan. Di antaranya bertuliskan “Umat Islam Solo Tolak Proyek TP Manyala Harapan, Tolak Invasi Asing Berkedok Investasi”, “Warga Kratonan Tolak Pembangunan Hotel, Sekolah dan Rumah Sakit Internasional oleh PT Manyala Harapan”.  
Kasus penolakan pembangunan Blok Siloam di Solo sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Warga sekitar bersama ormas Islam Solo sebenarnya sudah menempuh prosedur yang ada. Mulai dari menyampaikan aspirasi ke Walikota dan juga DPRD Kota Solo. Sejak mencuat rencana pendirian gedung 30 lantai di wilayah Sidokare, Kratonan, Surakarta tersebut pada tahun 2015 silam berbagai upaya penolakan warga sekitar telah dilakukan. Tercatat, melalui Komunitas Warga Kratonan Surakarta (KWKS) dan Laskar Umat Islam Solo (LUIS) telah mengunjungi pemkot dan DPDR Surakarta. Ketua RT 4, Ali Afandi yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat kepada koranpanji.com mengatakan bahwa alasan penolakan tersebut karena dampak lingkungan dan aqidah dari berdirinya bangunan tersebut.
Diketahui bahwasannya Siloam adalah salah satu lembaga yang dimiliki oleh James T Riyadi. James sendiri merupakan tokoh pengusaha besar sekaligus penganut Kristen loyal yang terang-terangan memiliki misi meng-kristenkan Indonesia. Oleh karena itu dengan keras pula warga Kratonan dan Laskar Umat Islam menolak pendirian Gedung Siloam yang dicurigai sebagai strategi kristenisasi terselubung. “Sudah jelas bahwa Siloam adalah Simbol usaha pemurtadan. Bisa kita lihat selain Rumah Sakit juga disini akan didirikan sekolah misionaris. Oleh karena itu kita tolak pembangunan ini agar ke depan tidak terjadi gesekan di masyarakat”, ujar orator dari Majelis Mujahidin. 
Selain itu, sebenarnya banyak warga Kratonan yang menolak rencana pembangunan blok Siloam namun banyak yang tidak berani mengutarakan. Namun ternyata aspirasi warga Kratonan tersebut tak dihiraukan oleh Walikota Solo terkait pendirian rumah sakit yang dimiliki oleh James T Riyadi seorang, cukong China yang terkenal dengan program penyebaran ajaran gerejanya alias seorang misionaris Kristen.[koranpaji.com]






Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video