Header Ads

Header ADS

Said Aqil Akui Dirinya Pencetus Pelarangan HTI di Jatim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH.Said Aqil Siradj mendukung langkah Kepala Polisi Daerah Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji yang meminta Gubernur Jatim Soekarwo supaya segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang organisasi massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Silakan dirikan khilafah di negara lain, bukan di Indonesia. Karena kalau khilafah sudah pasti anti nasionalis yang tidak berkebangsaan dan itu tidak cocok dikembangkan di Indonesia,” ujar Said Aqil, selepas menghadiri acara Halaqoh Kebangsaan yang digelar Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Gresik, Jumat (9/9/2016). “Sehingga saya sepakat dan sangat mendukung usulan Kapolda Jatim, supaya Pemprov Jatim segera menerbitkan Perda pelarangan HTI, untuk mencegah peningkatan ideologi radikalisme di masyarakat,” lanjutnya.  

Bahkan Said mengakui usulan Kapolda Jatim tersebut, merupakan inisiatif dirinya untuk mencegah peningkatan ideologi radikalisme yang terlihat mulai mengejala di kalangan masyarakat saat ini. “Pelarangan itu, awalnya memang inisiatif saya, saat PBNU dan pihak kepolisian melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) soal penanganan kerawanan sosial di tengah masyarakat, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim pekan lalu,” ucapnya.

Selain berupaya di tingkat provinsi, Said menyatakan, PBNU juga terus melakukan koordinasi bersama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk menerbitkan Perda yang serupa di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. “Saat ini kami terus berkoordinasi dengan dua kementerian, dalam hal ini Kemendagri dan Kemenkumham agar Perda pelarangan itu juga dapat diberlakukan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia demi keutuhan NKRI ” ucapnya.  

Sebelumnya, Anton meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim supaya segera mengeluarkan pelarangan HTI sebagai bentuk untuk mencegah peningkatan ideologi radikalisme di masyarakat.  Anton menuding HTI tidak mengakui Pancasila. Di mana salah satu contoh yang ia berikan adalah saat mencuatnya kasus radikalisme yang terjadi di Bondowoso, Jatim, beberapa waktu lalu.[suara-islam.com]  


Diberdayakan oleh Blogger.