Terbaru

Wawancara dengan Gema Pembebasan Soal Video Boby Mahasiswa UI yang Tolak Ahok

Jakarta - Gema (Gerakan Mahasiswa) Pembebasan memberi penjelasan mengenai video yang dibuat anggota mereka, Boby Febri terkait penolakan atas Ahok. Boby pada akhirnya meminta maaf karena memakai jaket UI dengan latar gedung rektorat. "Awalnya kita tidak menyangka seviral ini karena sebelum ini kita juga mmbuat video. Ya mungkin kekuatan momentum saja karena mau Pemilukada. Isu yang kita angkat itu isu tolak kepemimpinan kafir tolak Ahok karena dari sisi aqidah Ahok kafir artinya di luar Islam begitu. Hal yang wajar dan itu tertera dalam Al-Quran, bahwa yang di luar Islam itu kafir seperti dalam surah Al-Maidah, Attaubah," jelas Ketua Umum Gema Pusat Ricky Fattamazaya lulusan UIN dan kini menempuh S2 yang ditemui di Tebet, Jaksel, Rabu (7/9/2016). Berikut wawacara dengan Ketua Umum Gema Pembebasan tersebut:

Latar belakang membuat video itu sendiri bagaimana?
Awalnya kita tidak menyangka seviral ini karena sebelum ini kita juga membuat video. Ya mungkin kekuatan momentum saja karena mau Pemilukada. Isu yang kita angkat itu isu tolak kepemimpinan kafir tolak Ahok karena dari sisi aqidah ini, Ahok kafir artinya di luar begitu. Hal yang wajar dan itu tertera dalam Al-Quran, bahwa yang di luar Islam itu kafir seperti dalam surah Al-Maidah, Attaubah. Jadi ketegasannya diharamkan orang-orang muslim dipimpim oleh orang kafir. Sehingga kita buat isu itu, tolak kafir, tolak kepemimpinan Ahok. Dan tentu saja, tidak fair kalau kritik tanpa solusi, maka solusi itu kepemimpinan khilafah.

Bagaimana dengan reaksi masyarakat di media sosial yang menyerang Gema Pembebasan?

Saya justru melihat banyak dukungan. Karena saya melihat umat itu banyak yang pro. Kita tidak bisa melihat dari tatanan yang komen, karena komen itu banyak bahasa tidak enak didengar kan begitu. Yang kita pikir tidak intlektual. Kita cek, seperti ada indikasi bukan akun yang kebanyakan asli. Dan lebih teliti lagi yang positif dan negatif, positif itu lebih unggul, kita liat bukan unlike yang banyak tapi yang like. Toh, ketika itu ada hal yang kontra itu adalah hal yang wajar. Tapi kita yakin dengan pernyataan kita ini umat banyak yang dukung walaupun pemberitaan banyak yang negatif.

Apa sering Gema Pembebasan membuat video seperti ini?
Sebenarnya sudah banyak, bukan hanya di UI, di UNJ, UIN, PNJ. Isunya bukan hanya soal pemilu saat mahasiswa baru, menanggapi isu-isu sosial, bukan hanya isu pemilu. Tapi yang baru booming ini

Terkait dengan isinya, Ahok sendiri bilang ada unsur SARA?
Justru begini, kebalikannya kami tidak merasakan apapun terkait konten. Kita tidak pernah menyebut agama. Karena ini kewajiban kami sebagai kaum muslim, mendukung pemimpin non muslim itu sama haramnya makan babi, haramnya makan anjing, haramnya makan riba, haramnya berzina. Justru yang kita sampaikan bukan rasis tapi bentuk dakwah. Ini tuntunan Al Quran, ini diajarkan Rasulullah. Karena kalau haram itu ada beban hukum di sana, kalau dikerjakan berdosa, kalau tidak dikejakan mendapat pahala. Toh apa salah dia meyakini suatu aturannya, ini kan menggunakan aturan Islam bukan mnggunakan aturan pribai seseorang, kita pikir ini hal yang lumrah bahkan ini suatu kewajiban dalam Islam.

Jadi menurut Anda tidak ada unsur SARA?
Tidak, itu tidak benar. Kalau dari sisi hukumnya, boleh dicek saya anak hukum, saya tahu persis apa yang dimaksud SARA. Kecuali kalau kita menjelekkan rasnya begitu dan memfitnah. Justru hari ini beliaulah yang menujukkan ada SARA di sana. SARA-nya apa, kita disuruh ke timur tengah, ya maksudnya apa? Berarti itu kebalikannya. Saya mempertanyakan itu, maksudnya apa ke Timur Tengah?

Apakah menurut Anda video yang dibuat melanggar aturan?
Ya ini tuntunan dakwah, karena kita ingin sebagai umat menjalankan perintah Allah. Dan  sah-sah saja, dan kita bukan politik praktis. Sikap UI, Kita menyayangkan kebijakan UI yang kita pikir mencoba mmbungkam suara mahasiswa itu kalau dari kita. Toh, banyak dosen juga yang kadang berpolitik, berarti ada blunder di sini. Baru-baru ini lembaga pusat kajian Labolatorium Psikologi Politik UI membuat pernyataan politik yang paling tidak direkomendasikan adalah Yusril Ihza Mahendra dan paling direkomendasikan adalah Ahok. Ini apa, agenda politik, ini rekomedasi bukan sekedar hasil survei. Sehingga kita mempertanyakan sikap kampus.

Nah, sekarang kan Boby sendiri mahasiswa UI, seperti yang tadi dikatakan katanya akan bertanggung jawab?
Ya, karena ini program yang dibuat dengan penuh kesadaran, sehingga aktivitas ini pertanggungjawaban dari kami harus dilakukan. Pertama, menjaga kader saya agar tidak diperlakukan secara diskriminasi dengan diterpakan seenaknya. Termasuk kita mempertanyakan sikap UI karena videonya viral. Seharusnya UI kalau mau fair undang semuanya yang melakukan aktivitas politik yang sama temasuk dosen UI yang berpolitik, dan menghina Islam. Jangan salahkan jika UI nanti dianggap membela penghina Islam. Kalau kita menyuarakan Islam tapi dipersulit.

Kalau Gema Pembebasan dipanggil bertemu Rektorat UI bagaimana?
Kita sangat siap, bahkan itukita tunggu. Kita jngin mendengar langsung dari mereka dari perlakuan civitas akademika teradap kader kami yang berkuliah di UI. Kami sangat menunggu undangan itu, kami siap mempertanggungjawabkan itu.

Anda bisa melihat Video Boby Febrik Sedianto DISINI  


Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video