Header Ads

Header ADS

Aksi Pungut Sampah di Demo Tuntut Ahok Sepi Pemberitaan...!

Selain di Bandung, demo meminta polisi tegas pada Ahok dalam kasus penistaan agama juga digelar di Malang dan Surabaya, Jawa Timur. Demo diikuti ribuan orang. Massa mengatasnamakan berbagai organisasi.
Di Surabaya, massa menamakan diri Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur. Mereka menggelar tabligh akbar di depan markas Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (21/10/2016). Setelah menunaikan salat Jumat di Masjid Al Akbar, massa longmarch menuju ke Markas Polda Jatim. Ada yang membawa berbagai bendera ormas seperti dari Nahdlatul Ulama (NU), Hiyatullah, Perhimpunan Al Irsyad, Ikatan Dai Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), FPI dan elemen lainnya.
Hal menarik disini adalah, demo yang berlangsung di Surabaya itu berjalan dengan tertib. Tak hanya melakukan aksinya, umat islam juga mememunguti sampah agar tak bertebaran. "Tertib dijalan, sisir sampah agar tak bertebaran, berebut memberi sedekah air dan makanan, lalu satu dengan yang lain saling mempersilahkan, berhenti saat adzan lalu sujud kepada Penguasa Alam..Hati dan fikiran seperti apakah yang ada dalam pribadi mereka? katanya mereka sedang marah, mengapa bisa tertata rapi seperti ini.. Maka, Adakah hidayah tak sedang bersama mereka? alasan apakah yang membuat saya tak bersyukur berada ditengah-tengahnya.." ungkap Facebooker bernama Heri Latiev, (21/10/16). Tak hanya itu, Latief juga mengunggah 11 foto terkait proses unjuk rasa yang melibatkan ribuan umat islam di Jatim.
Mirisnya, media seolah diam membisu ketika akhlak umat Islam terlihat apik dan santun seperti itu. Mereka enggan mengangkat pemberitaannya. Sangat berbeda ketika kemarin taman di depan balaikota rusak. Pemberitaan begitu digembar-gemborkan seolah tiada henti.  Sebagai umat Islam masayarakat bawah inilah yang bisa diperbuat dengan mengutarakan pendapat , mengingatkan pemerintah (Pelayan masyarakat) yang diatas sana agar segera memroses hukum terhadap Ahok jika tidak ingin timbul aksi yang lebih besar. (jurnalmuslim.com)    




Diberdayakan oleh Blogger.