Terbaru

GENERASI ‘MERUNDUK’

Tampak segerombolan pemuda sedang duduk santai di emperan kelas. Pagi itu, ketika jam istirahat pertama dan suasana masih sejuk. Mereka duduk dalam satu tempat yang sama. Namun, mereka tidak saling menyapa, tidak juga saling berbicara. Ya, mereka sedang larut asyik dan ‘khusyuk’ menyimak gadget masing-masing. Ada yang sekedar bermain game, membuka facebook atau sekedar iseng membuka akun instagram punya gebetannya.

Pemandangan yang mungkin sudah tak asing lagi di sekitar kita. Ketika ada banyak orang berkumpul di satu tempat, namun mereka tidak saling bicara dan tidak saling menyapa. Kalo dulu ada ungkapan ‘jauh di mata dekat di hati’, mungkin jaman sekarang ungkapan kayak gitu jadi terbalik ‘dekat di mata jauh di hati’. Saking asyiknya dengan gadget masing-masing sampai mengabaikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan mungkin dianggap nggak ada.
Karena emang gadget telah menjadi gaya hidup manusia masa kini. Nggak peduli dari kota sampai pelosok desa, dari tua sampai anak-anak semua larut dalam gadegt masing-masing. Entah di sekolah, di kantor, di pabrik, di perkumpulan RT bahkan di majelis taklim juga masih asyik dengan gadget. Entah itu smartphone, tablet sampai notebook semua mampu menjadi ‘sihir’ yang bisa menarik perhatian manusia di setiap detiknya sampe lupa akan lingkungan sekitarnya.

DUA MATA PISAU
Gadget ibarat dua mata pisau. Dia bisa jadi bermanfaat, tapi di sisi lain juga bisa jadi bencana. Semua tergantung dari cara kita menempatkannya. Kalo kita pinter menempatkan gadget yang kita punya dengan baik maka bakalan dapat segudang manfaat yang gede. Tapi, kalo kita salah dalam memanfaatkan gadget yang kita punya udah pasti bakalan terjadi suatu hal yang nggak baik.
Contohnya aja nih, sekarang kita mudah banget untuk mendapatkan akses ilmu yang sangat bermanfaat. Dengan cukup klik kita bisa menonton atau bahkan mendownload berbagai rekaman kajian. Mulai dari ustadz A sampai ustadz Z bisa kita temukan. Tanpa harus terbatas ruang dan waktu, kita bisa mendengarkan tausyiyah nan menyejukkan kalbu. Dipermudah lagi kita bisa mencari tema kajian yang pengen didengarkan tanpa harus ‘njlimet’ lagi. Tinggal ketikkan kata kunci di kolom ‘search’ dan akan muncul semua. Misal pengen mencari seputar tema tazkiyah, remaja, sampai tema seputar pernikahan ada semua.
Bahkan belakangan juga udah diluncurkan program PPDB Online untuk pendaftaran sekolah. Untuk mendaftar bisa dilakukan secara online dengan gadget yang kita punya. Cukup sekali saja datang ke sekolah untuk verifikasi berkas. Untuk melihat jurnal pendaftaran sampai pengumuman akhir sekalipun yang dulu harus dilakukan manual dengan dateng ke sekolah tempat mendaftar kini bisa dilakukan sambil tiduran di rumah. Cukup ambil gadget dan masuk ke akses PPDB Online semua bisa terlacak. Mudah bukan?
Namun, di balik itu semua juga tersimpan seabrek sisi negatif yang bermula dari gadget. Ada orang bisa zina semua berawal dari gadget. Awalnya belum pernah ketemu, hanya saling sapa lewat facebook. Ngobrol ngalor ngidul, kok rasanya sreg. Akhirnya janjian ketemuan di suatu tempat. Ketemua pertama sekedar kenalan, kedua mulai saling tempel, ketiga mulai berani saling pegang. Pertemuan selanjutnya akhirnya kejadian deh itu perbuatan zina. Na’udzubillah.
Contoh lain ketika seseorang kecanduan game. Maka sedang aktifitas apapun dia akan disempatkan untuk membuka gadget –meski itu harus mencuri-curi waktu- dan mulai bermain game. Entah itu sedang kerja, sedang santai sampai sedang kajian sekalipun kalo emang sudah kecanduan pasti rasanya agak gimana gitu kalo tidak lihat layar gadget. Terkadang sampe lupa batas waktu. Mengabaikan pekerjaan, mengabaikan tugas bahkan mengabaikan ibadah. Ini sih kalo sama orang Jawa disebut ‘keranjingan’.

DUNIA PENUH GENERASI MERUNDUK
Lihatlah di sekitar kita, Sobat! Sadar atau tidak kita sudah dikelilingi sama ‘generasi merunduk’ bahkan kita sendiri mungkin juga termasuk di dalamnya. Tidak di sekolah, tidak di kantor, tidak di masjid, tidak di angkot semua orang merunduk sibuk dengan gadget masing-masing. Maka tak heran ada orang setiap hari ketemu tapi tidak terbangun komunikasi di antara mereka. Sebabnya? Tentu karena ketika ketemu masing-masing tidak saling sapa. Lebih asyik bermain dengan gadget masing-masing.
Sobat, cobalah ‘abaikan’ gadgetmu sejenak. Cobalah sapa teman yang ada di sampingmu. Jika dia juga sibuk dengan gadgetnya sendiri? Maka cobalah kamu yang mulai untuk membuka obrolan. Dengan obrolan ringan yang kira-kira bisa membuka rasa kaku yang telah lama bersemayam. Jangan sampai kita kehilangan teman-teman kita di dunia nyata lantaran lebih sibuk dengan teman di dunia maya. Percaya deh, teman-teman yang nyata ada disekitarmu itulah yang bakalan pertama peduli saat kamu butuh pertolongan. So, gadgetmu jangan sampai ‘membunuhmu’!  

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video