Header Ads

Header ADS

ISTIQOMAH HATI

Beberapa waktu yang lalu sempat heboh sebuah berita. Berita itu tidak lain tidak bukan adalah munculnya seorang artis joged di sebuah TV swasta. Bukan hal yang aneh sih sebenarnya kalo artis itu berjoged di layar televisi. Tapi yang ini beda. Bedanya? Tidak lain karena artis yang berjoged itu beberapa waktu sebelumnya sempat ‘hijrah’ dari dunia joged, bahkan sudah beberapa kali mengisi tabligh akbar di beberapa tempat. Tentu kemunculannya di layar TV dengan lakon kembali berjoged cukup mengagetkan banyak pihak. Terutama aktifis dakwah yang dulu pernah mendampingi beliau ketika menjadi pembicara pada beberapa tabligh akbar. Banyak yang menyayangkan, bahkan banyak pula yang menghujat.

Sobat, begitulah keadaan manusia. Bukan hanya si-artis itu saja. Semua orang berpotensi buat melakukan hijrah. Entah hijrah dari buruk jadi baik ataupun sebaliknya. Tidak lain dan tidak bukan semua itu akan mengikuti kata hati si-empunya. Seperti dalam sebuah hadits disebutkan “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati ” (HR. Bukhari & Muslim).
Maka dari itu, penting kiranya buat kita untuk selalu menjaga hati ini. Menajaga biar hati ini tetap bersih dan selalu istiqomah dalam kebaikan. Karena yang namanya hati manusia itu mudah berbolak-balik. Terkadang ia lembut, terkadang pula ia jadi keras. Terkadang ia tawadhu’, tapi terkadang pula ia angkuh. Bahkan boleh jadi hati itu di pagi harinya beriman, tapi di sore hari jadi kufur.

TIPS MENGGAPAI HATI YANG ISTIQOMAH

Pertama, meletakkan cinta kepada Allah di atas cinta kepada yang lainnya.  Allah ta’ala telah menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah, maka ia akan mengalami kebosanan dan siapa yang mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.
Kedua, mentaati perintah dan larangan Allah. Segala perintah Allah kita laksanakan dengan penuh kesungguhan, begitu juga segala larangan Allah kita jauhi semaksimal mungkin. Bukan hal yang mudah pastinya. Karena kita tahu bahwa apa yang diperintahkan sama Allah itu terkadang merupakan hal yang berat buat dilakukan. Tetapi apa yang dilarang sama Allah justru hal-hal yang menyenangkan. Butuh perjuangan? Pastinya. Karena emang hidup ini sejatinya penuh perjuangan.
Ketiga, pelajari kisah orang-orang terdahulu. Terlebih banyak mempelajari kisah perjalanan Rasulullah. Karena kita tahu Rasulullah adalah sebaik-baik teladan. Bagaimana dulu perjalanan hidup Rasulullah yang sudah pastinya sangat layak buat kita tiru. Mulai dari perjalanan beliau ketika masih kecil, masa remajanya, ketika berumah tangga, perjalanan dakwah beliau, sampai bagaimana akhir hayat beliau. Semua sarat dengan makna dan berbagai pelajaran berharga.
Keempat, banyak berdoa memohon istiqomah hati. Begaimanapun, yang namanya doa adalah senjatanya seorang mukmin. Doa yang dimaksud di sini tentunya doa yang dibarengi dengan usaha lho ya. Bukan doa tanpa usaha. Itu sih sama aja bo’ong namanya. Seperti sebuah do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah : “Yaa muqallibal qulubi tsabbit qalbi ‘ala diinika” yang artinya: “Wahai Robb yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku pada agama-Mu” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Hakim).

JAGALAH HATIMU, KAWAN!
Sobat, sangat penting kiranya bisa menjaga hati ini biar tetep istiqomah. Istiqomah dalam kebaikan tentunya. Agar kita bisa menjadi hamba-Nya yang beriman hingga akhir hayat, dan di akhirat kelak kita juga akan dikumpulkan bareng hamba yang istiqomah lainnya di surga. Jauhi segala hal-hal yang bisa merusak hati. Banyak ngobrol, banyak makan, banyak nongkrong, bahkan sampai aktifitas maksiat yang bisa mematikan hati. Akan lebih baik kalo waktu yang telah dianugerahkan Allah ini kita manfaatkan buat hal-hal yang lebih bermanfaat.
 


Diberdayakan oleh Blogger.