Terbaru

GILA GAME

Bermain game merupakan sesuatu yang amat sangat menyenangkan. Betul begitu, Sobat? Apalagi kini dengan kecanggihan teknologi, hadirnya smartphone yang kini bahkan akan SD pun sudah mengenggamnya menjadikan sarana bermain game semakin praktis dan lengkap. Berbagai aneka macam game tersedia, mulai dari yang online sampe yang offline. Tinggal pilih aja.
Dewasa ini game bak candu bagi anak-anak dan remaja. Beberapa alasan mengemukakan kalo bermain game memang dapat mengusir kepenatan dan stress yang sedang melanda. Dan seseorang biasanya akan menjadi kecanduan game berawal dari rasa iseng saja. Iseng pengen ngisi waktu luang, iseng pengen ikut temennya main game dan iseng-iseng yang lainnya. Padahal, dalam Islam sendiri waktu luang adalah sesuatu yang bisa ‘membunuh’ kita bila tidak dimanfaatkan dengan bijak. Ia bisa menjadi penyebab hancurya akal, jiwa dan tubuh seseorang. Karena sesungguhnya jiwa seorang hamba itu selau butuh kepada aktifitas atau amalan. Dan waktu tidaklah mungkin akan pernah kosong dari yang namanya aktifitas. Karena ia pasti akan terisi, baik dengan seuatu yang baik maupun dengan sesuatu yang buruk. Dan sayangnya, mayoritas manusia menyia-nyiakan waktu luang ini , sebagaimana dalam seuah hadits dikatakan “Dua nikmat yang dilalaikan oleh banyak manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari).

Gila Game
Manusia akan menjadi ‘gila’ kalau melupakan tujuan dari apa yang dia lakukan. Orang yang makan bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan tubuh tapi sekedar hanya ingin memuaskan nafsu makan yang tak pernah bisa dipuaskan. Akhirnya menjadi orang yang ‘gila’ makan. Begitu juga dengan hal lainnya, sehingga muncul istilah gila membaca, gila harta, termasuk juga gila game.
Dalam menghibur diri melalui sarana bermain game, seorang muslim harus pandai menempatkan diri sebagai orang yang ‘sadar’. Ia harus sadar untuk apa ia bermain game. Apakah ia akan menjadi subyek yang mengendalikan permainan sehingga menjadi media yang bermanfaat? Atau justru ia menjadi objek dari permainan tersebut, sehingga ia sendiri yang akhirnya akan menjadi ‘ mainan’?
Berbagai game yang muncul di era sekarang ini bisa jadi tak pernah terbayangkan oleh orang-orang terdahulu. Kita sekarang begitu dimanjakan dengan adanya berbgai jenis game dari ang manual sampai yang digital, dari yang memakai jaringan internet (online) maupun yang offline.
Sobat, asal semua permainan adalah halal dan mubah. Tapi, cobalah waspada pada permainan tersebut. Karena, bisa jadi dengan game tersebut syetan akan menjerumuskan kita kepada kesesatan ketika kita lengah. 

Boros Waktu
Ini yang biasanya terjadi dengan yang mereka yang hobi main game. Bila sudah nongkrong bermain game jarang-jarang yang bisa ingat waktu. Level satu selesai pengen ke level dua. Level dua selesai pengen ke level tiga dan begitu seterusnya. Saking asyiknya, tanpa sadar ia telah banyak menyia-nyiakan waktunya. Sholat jadi telat, mandi jadi kemaleman, belajar jadi ogah-ogahan dan seabrek keburukan lainnya. Padahal waktu yang diberikan oleh Allah adalah salah satu nikmat yang kelak akan diminta tanggungjawab sama Allah di akhirat. Bila waktu tersebut dimanfaatkan utuk perbuatan sia-sia apalagi maksiat pasti kita bakalan merugi deh.
Seperti yang sudah disinggung di atas, bermain game hukum asalnya adalah boleh. Ia bisa menjadi salah satu aternatif hiburan bagi kita, terutama anak muda. Tapi, cobalah untuk pandai menempatkan aktifitas ini. Paling tidak batasi agar bermain game ini tidak mengganggu aktifitas lain yang sebenarnya lebih bermanfaat. Dan cobalah biasakan untuk membatasi diri ketika sedang bermain game agar tidak kebablasan. Misal, sehari main game maksimal 10 menit. Atau mungkin seminggu main game maksimal 1 jam.
Masih banyak aktifias lain yang bisa kita lakukan di luar sana, Sobat. Ummat begitu menanti gebrakan dari pemuada Islam macam kita. Kalo kita hanya asyik dengan bermain game, bagaimana kita bisa mewujudkan sebuah gebrakan yang akan mampu membawa perubahan untuk agama ini?  



Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video