Terbaru

Ikatan itu Bernama Ukhuwah..!

Hari itu, Ahad pagi 17 Desember 2017 kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya dipenuhi oleh ummat Islam dari berbagai daerah, berbagai elemen, dan berbagai organisasi seluruh Indonesia. Situs tribunnews.com merilis bahwa aksi itu diikuti oleh sekitar 2 juta umat Islam. Jumlah yang sangat fantastis dan patut diacungi jempol.Ya, jutaan ummat Islam tersebut hadir dalam rangka “Aksi Peduli Palestina”, di tempat yang sama dengan Aksi 212 silam, Monas. Berbahagialah kita, sebab imbas perjuangan sebelumnya insya Allah kian mengokohkan ikatan ukhuwah kaum muslimin. Sembari kita terus berharap agar ruh ukhuwah ini tetap terjaga dan umat Islam di Indonesia bisa bersatu padu. Dan semoga pula berimbas pada perjuangan kelak yang lebih ‘bergengsi’.
Semenjak aksi Bela Islam (ABI) pada 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan gerakan 212 ikatan umat Islam di Indonesia terlihat semakin solid. Meski masih ada duri dalam daging yang terkadang mengoyak rasa solid itu. Namun, ingatan orang-orang akan sebuah fakta berupa aksi massa besar bertajuk Aksi Bela Islam jilid III, yang pada akhirnya dikenal sebagai ‘Aksi 2 Desember’ atau ‘ Aksi Super Damai 212’. Aksi ini digelar di Monas dalam rangka untuk membela kehormatan kitab suci umat Islam, al-Quran al-Karim dari mulut kotor seorang penista.Kaum muslimin pada saat itu kompak bersatu, melupakan perbedaan yang selama ini seringkali menjadi penyekat persatuan di antara mereka.   
Bersatu Dalam Harapan
Sobat, diakui atau nggak mengumpulkan kaum muslimin dari berbagai kelompok dan golongan sebenarnya susah banget, lho. Kok bisa begitu? Ya, coba kamu lihat kondisi di sekitarmu. Betapa perbedaan kecil saja sudah cukup mampu membuat sesama kaum muslimin berantem, atau seenggaknya saling diem-dieman menahan dongkol. Misalnya, persoalan qunut atau nggak ketika shalat Subuh, atau persoalan dzikir dan doa bersama atau nggak usai shalat berjama’ah.
Selain itu, betapa umat Islam saat ini gemar sekali mengunggulkan kelompok atau haraqahnya sendiri. Seolah-olah, hanya kelompoknya yang paling benar. Efeknya adalah ogah ngumpul dengan anggota kelompok lainnya. Akrab dengan yang sekelompok, namun bersikap dingin dan saling membelakangi dengan yang di luar kelompok.
Kondisi kaum muslimin saat ini persis sebagaimana yang telah digambarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, yakni ibarat buih di lautan. Coba kamu perhatikan buih di lautan. Jumlahnya memang banyak, tapi mudah diombang-ambingkan gelombang laut. Sama halnya dengan persatuan kaum muslimin. Meskipun susah, tapi penting bagi kaum muslimin saat ini untuk bersatu. Mengesampingkan perbedaan, melihat persamaan. Kenapa? Karena sudah cukup banyak penderitaan dan kerugian yang dialami kaum muslimin saat ini.
Ya, ini terjadi karena nggak mau bersatu, para musuh Islam pun bersorak gembira. Dengan mudah mereka bisa menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Menjarah secara halus sumber daya alamnya. Menyebarkan paham-paham menyesatkan di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Merusak moral para generasi mudanya. Dan parahnya jarang sekali kaum muslimin yang menyadari kalo mereka sedang dijajah musuh-musuh Islam.
Kejadian paling baru dan menyakitkan adalah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Ini kan keterlaluan. Lihatlah sobat, karena nggak mau bersatu musuh-musuh Islam dengan gampangnya melakukan genosida terhadap kaum muslimin Rohingya. Mereka nggak takut lagi, bahwa akan ada gelombang serangan balasan dari tentara-tentara kaum muslimin seluruh dunia. Semuanya hanya cukup mengecam, nggak ada langkah konkrit yang bisa dilakukan karena wilayah kaum muslimin saat ini terpecah-pecah oleh batas negara masing-masing. Berani mengirimkan tentara ke Rohingya, maka siap-siap akan dicap melanggar kedaulatan dan urusan dalam negeri negara lain.
Fakta juga menunjukkan dengan jelas bahwa bertahun-tahun lamanya penjajahan Israel atas Palestina berlangsung. Israel dengan keji dan membabi buta merampas wilayah-wilayah Palestina. Tak terhitung sudah korban jiwa, luka, dan hilang di pihak Palestina. Namun demikian, Israel sama sekali nggak merasa khawatir, karena meskipun mereka menjajah Palestina secara terang-terangan, negeri kaum muslimin yang lain nggak akan ada yang bisa mengirimkan tentaranya untuk membela Palestina. Hanya sebatas kecaman saja yang akan mereka temui.

Kita Satu Tubuh, Sob!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ”Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.”(HR. Bukhari dan Muslim). Ya, kaum muslimin seharusnya ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seharusnya anggota tubuh yang lain akan ikut merasakan sakit. Nggak hanya ikut merasa sakit, tapi juga akan berusaha mencari cara guna menghentikan rasa sakit itu.
Maka di tengah situasi yang demikian adanya, ketika tiba-tiba umat bisa disatukan pada saat aksi damai 212, ini membuktikan bahwa masih ada harapan umat ini bisa bersatu, mengingat peserta aksi 212 ini datang dari beragam kelompok umat Islam di Indonesia.
 Jadi jelas, bahwa persatuan bagi kaum muslimin itu sangat penting untuk diperjuangkan. Tanpa persatuan, maka nggak ada kekuatan. Kita kaum muslimin senantiasa dialihkan perhatiannya oleh hal-hal yang sebenarnya nggak begitu penting untuk diperhatikan, semisal pernak-pernik duniawi yang remeh-temeh atau perbedaan masalah fikih diantara kelompok atau organisasi keislaman.
Sobat, menghadapi situasi semacam ini apa yang bisa dilakukan oleh kita para remaja? Mari sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing. Mulailah dengan hal-hal kecil, misalnya aktif di rohis atau kajian remaja Islam, mengedukasi dan mengajak teman-teman untuk rajin ibadah, punya tujuan hidup dan mau ngaji, serta berdakwah untuk kemaslahatan umat.
Jika kamu mempunyai kemampuan lebih, misalnya jago nulis, ngomong, desain grafis, bikin film pendek, dan lain sebagainya, manfaatkan itu untuk dakwah. Mudah-mudahan, dengan kemampuan itu, kamu bisa menjangkau lebih banyak orang. Siap nggak? [dhani]

Sekilas

Hubungi Kami

Video

Video